SURABAYA | Sentrapos.co.id – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memetakan sejumlah simpul transportasi yang diprediksi mengalami lonjakan penumpang signifikan selama periode Angkutan Lebaran 2026. Kepadatan diperkirakan terjadi di berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara hingga penyeberangan.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut sejumlah titik strategis di daerah menjadi pusat mobilitas masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran.
Di Jawa Timur, dua simpul utama yang diprediksi mengalami lonjakan tertinggi adalah Terminal Purabaya (Bungurasih) dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Terminal Purabaya yang berada di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, merupakan salah satu terminal terbesar di Indonesia dan menjadi pusat pergerakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP).
Terminal ini juga melayani bus pariwisata hingga angkutan kota yang menghubungkan wilayah Surabaya dan sekitarnya. Setiap musim mudik, terminal ini menjadi salah satu titik paling padat di Jawa Timur.
Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Perak diproyeksikan melayani sekitar 158 ribu penumpang selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Pelabuhan yang menjadi salah satu tersibuk di Indonesia tersebut juga berfungsi sebagai gerbang utama menuju kawasan Indonesia bagian timur.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihak pelabuhan telah menyiapkan sekitar 15 kapal guna melayani arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain itu, kapasitas angkut penumpang juga telah disesuaikan agar seluruh masyarakat dapat terlayani dengan optimal.
“Pemerintah memastikan seluruh moda transportasi siap mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026,” demikian penegasan dari Kementerian Perhubungan.
Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan berbagai sarana transportasi dalam jumlah besar. Di antaranya sekitar 31 ribu unit bus dengan kapasitas 1,25 juta penumpang, 829 kapal laut berkapasitas 3,26 juta penumpang, serta didukung 636 pelabuhan.
Untuk transportasi udara, tersedia 329 unit pesawat di 257 bandara. Sementara sektor kereta api didukung 3.821 unit sarana yang beroperasi di 668 stasiun.
Adapun transportasi penyeberangan disiapkan 255 kapal dengan kapasitas sekitar 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan di 15 lintas penyeberangan.
Tak hanya kesiapan armada, aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama. Pemerintah telah melakukan inspeksi keselamatan (ramp check) terhadap bus AKDP dan bus pariwisata di 29 terminal tipe B serta pool kendaraan di Jawa Timur sejak 2 Februari hingga 25 Maret 2026.
Pengawasan juga diperketat di sejumlah titik rawan, seperti perlintasan sebidang kereta api, jalur arteri padat, hingga akses menuju pelabuhan penyeberangan.
Selain itu, posko pemantauan lalu lintas disiagakan untuk memantau pergerakan secara real-time dan mempercepat penanganan jika terjadi gangguan.
Dengan berbagai langkah ini, pemerintah menargetkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali. (*)




















