JAKARTA | Sentrapos.co.id – Selebgram sekaligus pemilik restoran Nabilah O’Brien akhirnya angkat bicara setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka terkait unggahan rekaman CCTV keributan di restorannya.
Kasus yang bermula dari dugaan pencurian makanan dan minuman di restoran miliknya justru berujung pada laporan hukum terhadap dirinya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026), Nabilah mengaku sangat terpukul dengan status tersangka yang kini disandangnya.
“Saya korban pencurian. Mereka datang ke tempat saya, mengambil 14 produk makanan dan minuman tanpa membayar sepeser pun,” ujar Nabilah.
Keributan Terjadi di Area Dapur
Nabilah menjelaskan, insiden tersebut terjadi pada 19 September 2025 malam ketika dua orang berinisial Z dan E datang ke restorannya.
Menurutnya, keduanya tidak hanya mengambil makanan tanpa membayar, tetapi juga membuat keributan hingga masuk ke area dapur restoran, yang merupakan area terbatas bagi pelanggan.
“Kalian menghina karyawan-karyawan saya, masuk ke area dapur saya, membentak dan mencaci maki mereka yang sedang bekerja mencari nafkah,” kata Nabilah.
Ia menilai tindakan tersebut telah mengganggu aktivitas kerja para karyawan di restorannya.
Unggah CCTV Berujung Laporan Hukum
Setelah kejadian tersebut, Nabilah mengunggah rekaman CCTV keributan di restorannya ke media sosial sebagai bukti atas kejadian yang terjadi.
Namun langkah tersebut justru berujung pada laporan dugaan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh pihak yang terekam dalam video.
Nabilah mengungkapkan bahwa pihak tersebut bahkan menuntut ganti rugi hingga Rp1 miliar.
“Kalian sendiri sudah mengakui mengambil makanan itu, tapi justru menuntut saya Rp1 miliar selama lima bulan ini,” ungkapnya.
Mengaku Stres Jalani Proses Hukum
Nabilah mengaku tekanan akibat proses hukum yang berlangsung selama lima bulan terakhir membuatnya mengalami stres dan kesulitan fokus menjalankan usaha.
“Saya stres. Saya sulit fokus bekerja selama lima bulan ini,” katanya.
Pertanyakan Proses Hukum
Selain itu, Nabilah juga menilai proses hukum yang menjeratnya terasa janggal karena menurutnya bukti rekaman CCTV menunjukkan kejadian yang sebenarnya.
“Saya mungkin tidak paham pasal hukum, tapi CCTV itu ada dan CCTV tidak pernah berbohong,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan perhatian terhadap kasus yang menimpanya.
“Saya hanya pelaku usaha kecil yang berjuang menghidupi banyak orang. Mohon bantu saya agar kriminalisasi ini tidak menjadi akhir dari usaha saya,” pungkas Nabilah. (*)



















