Video Viral Direkam Warga
Video yang membuat kisah Semarah viral direkam oleh Dwi Alim (35), warga yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut.
Saat itu Semarah melintas di depan rumahnya di Dusun Kranggan, Desa Pojok, Kecamatan Garum, dan berhenti karena Dwi hendak membeli kerupuk.
Dalam percakapan tersebut, Semarah menceritakan dirinya baru saja ditipu pembeli yang membayar menggunakan uang mainan Rp200 ribu.
“Dia menunjukkan uang mainan itu. Saya ikut emosi mendengar ceritanya, akhirnya saya rekam dan unggah ke media sosial,” ujar Dwi.
Dwi mengaku awalnya mengunggah video tersebut agar kasus penipuan tersebut mendapat perhatian sehingga tidak ada korban lain.
“Niat saya supaya ada perhatian dari aparat terkait kasus penipuan ini, agar tidak ada korban lagi seperti Mbah Semarah,” jelasnya.
Donasi Terus Mengalir
Tak disangka, video tersebut justru memunculkan gelombang empati dari masyarakat.
Banyak warga dan teman-teman Dwi yang kemudian menitipkan bantuan untuk Semarah, baik berupa uang maupun sembako.
“Teman-teman saya ada yang menitipkan uang untuk diberikan ke Mbah Semarah. Ada juga yang minta dibelikan sembako,” kata Dwi.
Ia juga bersyukur banyak masyarakat yang menunjukkan kepedulian kepada Semarah.
“Saya bersyukur banyak orang yang sayang dengan Mbah Semarah. Derajat beliau diangkat oleh Allah lewat musibah ini,” ujarnya.
Kronologi Penipuan
Dalam video yang viral, perekam menunjukkan uang mainan Rp200 ribu yang diterima Semarah dari pembeli saat berjualan.
“Lur, iki wong tuek diapusi bayar gawe duit rongatus ewu palsu,” kata perekam dalam video tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kerap menyasar pedagang kecil di lapangan. (*)




















