Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei ‘Boneka IRGC’, Iran Ancam Balas AS dan Israel

76
×

Netanyahu Sebut Mojtaba Khamenei ‘Boneka IRGC’, Iran Ancam Balas AS dan Israel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sebagai “boneka” Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pernyataan keras tersebut disampaikan Netanyahu dalam konferensi pers setelah pemerintah Iran merilis pernyataan resmi atas nama Mojtaba Khamenei yang dibacakan oleh presenter televisi pemerintah.

“Kami telah menyingkirkan tiran lama, dan tiran baru yang merupakan boneka IRGC tidak bisa menunjukkan wajahnya di depan publik,” kata Netanyahu dalam konferensi pers, dikutip dari laporan media internasional, Jumat (13/3/2026).

Netanyahu Klaim Ilmuwan Nuklir Iran Tewas

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu juga menyatakan bahwa sejumlah ilmuwan nuklir terkemuka Iran dilaporkan tewas akibat serangan Israel selama konflik yang berlangsung.

Pernyataan itu semakin mempertegas meningkatnya konfrontasi antara Israel dan Iran di tengah ketegangan regional yang melibatkan berbagai aktor di Timur Tengah.

Netanyahu juga menyampaikan pesan langsung kepada rakyat Iran agar mempertimbangkan masa depan politik negara mereka.

“Pada akhirnya semuanya bergantung pada kalian. Masa depan itu ada di tangan kalian,” ujar Netanyahu.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai upaya Israel untuk mendorong tekanan politik internal terhadap pemerintahan Iran.

Mojtaba Khamenei Ancam Balas Serangan

Sementara itu, pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba Khamenei untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, Mojtaba bersumpah akan membalas serangan Amerika Serikat dan Israel.

“Kami akan membalas darah para martir kami,” kata Mojtaba dalam pernyataan yang dikutip dari media internasional.

Ia menegaskan bahwa Iran akan terus meningkatkan tekanan militer terhadap pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

“Pembalasan adalah prioritas sampai sepenuhnya tercapai,” tegas Mojtaba.

Iran Singgung Penutupan Selat Hormuz

Dalam pidato yang sama, Mojtaba juga menyerukan persatuan nasional rakyat Iran menghadapi tekanan dari luar negeri.

Ia bahkan menyinggung kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia, sebagai langkah untuk menekan negara-negara yang dianggap memusuhi Iran.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling vital di dunia, sehingga setiap ancaman penutupan wilayah tersebut berpotensi memicu dampak besar terhadap pasar energi global.

Ketegangan terbaru antara Israel dan Iran ini diperkirakan akan terus menjadi sorotan internasional karena berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (*)