Nilai TKA Jatim 2025 Dinilai Belum Optimal, Dindik Siapkan Strategi Perbaikan dan Penguatan Guru - Sentra Pos

Nilai TKA Jatim 2025 Dinilai Belum Optimal, Dindik Siapkan Strategi Perbaikan dan Penguatan Guru

Surabaya | Sentrapos.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Jawa Timur menyiapkan berbagai strategi perbaikan sebagai langkah evaluasi atas hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) 2025 yang dinilai belum optimal. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian akademik siswa di Jawa Timur.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung, mengatakan hasil TKA akan ditindaklanjuti secara menyeluruh melalui peningkatan kompetensi guru serta penguatan berbagai faktor pendukung pembelajaran.

“Hasil TKA ini akan kami tindaklanjuti melalui perbaikan pada kompetensi yang dirasa masih kurang maksimal. Salah satu langkah utama adalah peningkatan kompetensi guru serta penguatan faktor pendukung pembelajaran lainnya,” ujar Aries di Surabaya, Rabu (7/1/2026).

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis statistik hasil TKA antardaerah. Berdasarkan data tersebut, Jawa Timur berada di peringkat kelima nasional. Nilai rerata TKA Jatim tercatat 36,77 untuk Matematika, 25,35 untuk Bahasa Inggris, dan 56,98 untuk Bahasa Indonesia.

Aries menjelaskan, TKA merupakan instrumen pengukuran capaian kompetensi akademik murid yang mencakup tiga indikator utama, yakni literasi, numerasi, dan penalaran. Hasil TKA digunakan sebagai dasar pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan di Jawa Timur.

“TKA menjadi salah satu instrumen untuk mengukur capaian kompetensi akademik murid sekaligus sebagai bahan acuan pengendalian dan penjaminan mutu pendidikan,” jelasnya.

Menurut Aries, jenjang pendidikan yang telah melaksanakan TKA meliputi SMA, SMK, SLB, serta pendidikan kesetaraan Paket C. Untuk SMA, SMK, dan SLB, evaluasi menjadi kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sedangkan pendidikan kesetaraan berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan kabupaten/kota.

“Evaluasi akan dilakukan sesuai peran dan tugas masing-masing,” tegasnya.

Strategi Perbaikan Hasil TKA Jatim

Dindik Jatim telah menyiapkan sejumlah strategi konkret, di antaranya:

  1. Analisis soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) dengan penekanan pada penalaran dan pemecahan masalah.
  2. Penguatan kompetensi guru melalui pelatihan, workshop, dan pemanfaatan teknologi digital.
  3. Program TKA Clinic di sekolah dengan capaian rendah berupa pelatihan intensif pengerjaan soal berbasis penalaran bagi murid kelas akhir.
  4. Replikasi praktik baik dari sekolah unggulan ke sekolah yang membutuhkan intervensi.

“Kita juga akan meningkatkan kompetensi guru dan faktor pendukung lainnya secara berkelanjutan,” ujar Aries.

Selain itu, Dindik Jatim akan mengoptimalkan pemanfaatan Learning Management System (LMS) tingkat provinsi yang berisi bank soal dan video pembahasan yang dapat diakses seluruh sekolah.

Tak hanya itu, Dindik Jatim juga akan meluncurkan Jatim Learning Digital Vault, yakni platform pembelajaran digital berbasis video, bank soal, dan modul interaktif.

“Platform ini dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Timur melalui konten edukatif yang terstruktur, aman, dan mudah diakses oleh guru maupun murid,” jelas Aries.

Dindik Jatim juga menekankan pentingnya pembelajaran bermakna dalam meningkatkan nilai TKA. Pembelajaran ini mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah dimiliki siswa, bukan sekadar hafalan.

“Dengan pembelajaran bermakna, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam, relevan, dan mudah diterapkan di berbagai konteks,” katanya.

Sebagai penutup, Aries menambahkan pihaknya akan memaksimalkan penggunaan media digital interaktif yang telah disediakan pemerintah, seperti panel interaktif di sekolah.

“Panel media digital interaktif adalah sarana pendukung pembelajaran. Jika dimanfaatkan secara optimal, diharapkan dapat meningkatkan perolehan nilai TKA pada tahun 2026,” pungkasnya.