Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSHUKUM & KRIMINALINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Novel Baswedan: Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisasi dan Bermaksud Membunuh

80
×

Novel Baswedan: Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Terorganisasi dan Bermaksud Membunuh

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, diduga kuat merupakan aksi yang dilakukan secara terorganisasi.

Novel bahkan menduga serangan tersebut tidak sekadar intimidasi, tetapi memiliki niat untuk menghilangkan nyawa korban.

“Serangan itu saya yakin maksudnya membunuh. Kenapa? Pelakunya menyerang dengan air keras ke area muka. Jika terkena di bagian itu, kemungkinan besar korban bisa gagal napas dan meninggal dunia,” ujar Novel Baswedan dalam konferensi pers di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).

Novel Soroti Rekaman CCTV

Novel yang juga pernah menjadi korban serangan air keras pada 2017 mengatakan dirinya telah melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV yang merekam kejadian tersebut.

Dari pengamatannya, aksi penyerangan terhadap Andrie Yunus kemungkinan dilakukan oleh lebih dari dua orang pelaku dan diduga melibatkan koordinasi di lapangan.

“Saya yakin pelakunya terorganisir. Pelakunya tidak hanya satu motor berdua,” kata Novel.

Ia menduga para pelaku saling berkoordinasi melalui gestur tertentu sebelum melakukan penyerangan.

Kronologi Penyerangan Aktivis KontraS

Insiden penyiraman air keras tersebut terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, di persimpangan Jalan Salemba I dan Jalan Talang, Jakarta Pusat.

Korban yang menjabat sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS sebelumnya baru saja menyelesaikan perekaman siniar (podcast) bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan bahwa setelah selesai merekam podcast sekitar pukul 23.00 WIB, Andrie sempat berhenti di SPBU kawasan Cikini sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor.

Pelaku Putar Balik dan Menyerang

Dalam perjalanan tersebut, dua pelaku yang mengendarai sepeda motor awalnya melaju lebih dahulu.

Namun, mereka kemudian memutar balik kendaraan dan mendekati korban, sebelum akhirnya menyiramkan cairan kimia korosif yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie.