Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNIS

Fantastis! NTE KTH Jatim Tembus Rp367,95 Miliar, Tertinggi Nasional, Bukti Ekonomi Hutan Rakyat Makin Mendunia

23
×

Fantastis! NTE KTH Jatim Tembus Rp367,95 Miliar, Tertinggi Nasional, Bukti Ekonomi Hutan Rakyat Makin Mendunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkap capaian membanggakan sektor kehutanan berbasis masyarakat. Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) Jawa Timur pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp367,95 miliar, tertinggi secara nasional.

Capaian tersebut meningkat signifikan sebesar 26,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat Rp290,53 miliar.

“Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi kehutanan berbasis masyarakat semakin berkembang, produktif, dan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan,” ujar Khofifah, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, peningkatan ini tidak lepas dari penguatan kelembagaan KTH serta optimalisasi peran penyuluh kehutanan di lapangan.

“Hal ini menandakan bahwa kita mampu mengelola potensi usaha kehutanan secara berkelanjutan dan bernilai ekonomi, dengan dukungan pendampingan yang intensif,” tegasnya.

Secara nasional, capaian NTE KTH pada Triwulan I 2026 mencapai Rp619,58 miliar, naik 15,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari total tersebut, Jawa Timur menyumbang 59,38 persen, menegaskan posisinya sebagai kontributor utama nasional.

Keberhasilan ini juga tercermin dari kemampuan KTH Jawa Timur menembus pasar internasional. Salah satunya KTH Aren Lestari di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan, yang berhasil mengekspor gula aren organik ke Malaysia, Belanda, dan Australia.

Volume ekspor mencapai 12 ton dengan nilai lebih dari Rp535 juta.

“Ini menjadi bukti bahwa produk hasil hutan bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global,” jelas Khofifah.

Berdasarkan data Triwulan I 2026, sejumlah daerah menjadi motor penggerak utama ekonomi kehutanan masyarakat. Kabupaten Trenggalek mencatat nilai tertinggi sebesar Rp185,35 miliar, disusul Lamongan Rp22,15 miliar, Blitar Rp20,74 miliar, Probolinggo Rp19,03 miliar, dan Lumajang Rp17,82 miliar.

Khofifah menilai capaian ini merupakan hasil sinergi kuat antara kelompok tani hutan, penyuluh, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah.

“Pendampingan yang intensif dan berbasis potensi lokal terbukti mampu meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi KTH secara signifikan,” ujarnya.

Dari sisi komoditas, kontribusi terbesar masih berasal dari hasil hutan kayu dengan nilai akumulatif lebih dari Rp200 miliar. Namun demikian, diversifikasi hasil hutan bukan kayu dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan.

Di akhir pernyataannya, Khofifah menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus memperkuat pemberdayaan masyarakat sekitar hutan.

“Kami ingin memastikan KTH tidak hanya tumbuh sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga menjadi pilar penting dalam pembangunan berkelanjutan, menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)


Poin Utama Berita

  • NTE KTH Jawa Timur Triwulan I 2026 mencapai Rp367,95 miliar (tertinggi nasional)
  • Kenaikan signifikan 26,64 persen dibanding 2025
  • Kontribusi Jatim terhadap nasional mencapai 59,38 persen
  • Ekspor gula aren KTH Pacitan tembus pasar Malaysia, Belanda, Australia
  • Trenggalek jadi penyumbang terbesar NTE KTH
  • Didominasi hasil hutan kayu, dorongan diversifikasi terus dilakukan
  • Sinergi pemerintah, penyuluh, dan masyarakat jadi kunci keberhasilan