Olah Sampah Jadi Kompos, DLH Surabaya Hemat Biaya Angkut hingga Rp6,73 Miliar per Tahun - Sentra Pos

Olah Sampah Jadi Kompos, DLH Surabaya Hemat Biaya Angkut hingga Rp6,73 Miliar per Tahun

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya berhasil menghemat biaya pengangkutan sampah hingga Rp6,73 miliar per tahun melalui optimalisasi pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan penghematan tersebut merupakan hasil kontribusi 27 rumah kompos yang tersebar di berbagai wilayah Kota Surabaya.

“Berdasarkan data Pemkot Surabaya, keberadaan 27 rumah kompos mampu menghemat biaya angkut sampah hingga Rp6,73 miliar per tahun,” ujar Dedik, Selasa (13/1/2026).


Timbulan Sampah Capai 1.800 Ton per Hari

Dedik menjelaskan, timbulan sampah di Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari, terdiri dari sampah organik dan anorganik. Besarnya volume sampah tersebut mendorong Pemkot Surabaya untuk tidak hanya fokus pada pengelolaan di hilir, tetapi juga memperkuat penanganan dari hulu.

“Upaya pengelolaan sampah tidak hanya di hilir, tetapi kami perkuat dari hulu melalui berbagai program seperti rumah kompos dan bank sampah,” jelasnya.

Sementara itu, residu sampah yang tidak dapat dikelola di tingkat hulu tetap diarahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya.


27 Rumah Kompos Olah 95 Ton Sampah per Hari

Khusus untuk sampah organik, DLH Surabaya saat ini mengoperasikan 27 rumah kompos dengan kapasitas total pengolahan mencapai 95,17 ton sampah per hari.

“Untuk sampah organik, kita memiliki kurang lebih 27 rumah kompos yang tersebar di berbagai wilayah,” kata Dedik.

Bahan baku utama kompos tersebut berasal dari limbah hasil perantingan pohon serta sampah sayuran dari pasar tradisional di Surabaya.

“Ini yang kemudian kita kelola menjadi kompos, sehingga secara signifikan mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA,” tambahnya.


Efisiensi Anggaran dan Dukungan Ruang Terbuka Hijau

Selain mengurangi volume sampah ke TPA Benowo, pengolahan sampah organik menjadi kompos juga memberikan manfaat langsung terhadap efisiensi anggaran daerah.

“Pengolahan kompos ini berdampak pada pengurangan belanja pupuk DLH Surabaya,” ungkap Dedik.

Kebutuhan pupuk untuk pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya tergolong besar. Dengan memanfaatkan kompos hasil olahan sendiri, DLH Surabaya dapat menekan pembelian pupuk dari pihak luar.

“Kita bisa memanfaatkan kompos produksi sendiri. Jadi selain mengurangi sampah ke TPA, juga mengurangi belanja kompos dari luar,” pungkasnya. *