Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIPERISTIWA

Operasi Ketupat 2026: Polda Metro Jaya Kerahkan 6.812 Personel Amankan 1.647 Titik Saat Mudik Lebaran

45
×

Operasi Ketupat 2026: Polda Metro Jaya Kerahkan 6.812 Personel Amankan 1.647 Titik Saat Mudik Lebaran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pengamanan Shalat Idul Fitri hingga TPU

Kapolda menambahkan, pengamanan tidak hanya dilakukan saat arus mudik, tetapi juga pada malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri.

Polda Metro Jaya akan mengamankan 133 lokasi pelaksanaan shalat Idul Fitri, termasuk 10 masjid utama dan 123 masjid lainnya.

Selain itu, aparat juga akan mengamankan 37 lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat saat Lebaran.

“Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi tingginya aktivitas masyarakat di lokasi-lokasi tersebut agar tidak sampai menimbulkan kemacetan,” ujar Asep.

Polri Siapkan Ribuan Pos Mudik Nasional

Sementara itu, Mabes Polri telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan di seluruh Indonesia dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyebut pos tersebut terdiri dari:

  • 1.624 pos pengamanan

  • 779 pos pelayanan

  • 343 pos terpadu

“Kami berharap seluruh pos yang disiapkan dalam Operasi Ketupat 2026 mampu memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat pemudik,” ujar Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga meninjau Pos Terpadu Rest Area KM 57A yang dinilai memiliki fasilitas lengkap untuk menampung kendaraan pemudik.

Selain itu, pemantauan arus mudik juga dilakukan melalui udara dari wilayah Jakarta hingga Rest Area KM 57A Karawang guna memastikan kondisi lalu lintas di jalur utama menuju Jawa Barat.

Pemerintah Imbau Pemudik Waspada Cuaca

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat agar memilih jalur perjalanan yang aman dari potensi bencana alam selama arus mudik.

“Kami mengimbau para pemudik untuk memilih jalur yang aman serta menghindari perjalanan saat kondisi hujan,” ujar Dudy.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah untuk memetakan wilayah yang berpotensi rawan bencana di jalur mudik.

Pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi masyarakat agar lebih waspada selama perjalanan menuju kampung halaman.

(*)