PONOROGO | Sentrapos.co.id — Menjelang pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri melalui Operasi Ketupat 2026, Polres Ponorogo terlebih dahulu menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) guna menekan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Operasi tersebut menyasar berbagai aktivitas yang dinilai meresahkan warga, seperti peredaran minuman keras ilegal dan obat-obatan terlarang yang berpotensi memicu gangguan keamanan, terutama selama bulan Ramadan.
Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo mengatakan operasi tersebut merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi yang kondusif menjelang pengamanan Lebaran.
“Sebelum Operasi Ketupat kami melaksanakan Operasi Pekat atau operasi penyakit masyarakat. Semua bentuk penyakit masyarakat menjadi sasaran,” ujar Andin kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Ratusan Liter Minuman Keras Dimusnahkan
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita dan memusnahkan ratusan liter minuman keras ilegal yang ditemukan di berbagai lokasi di wilayah hukum Polres Ponorogo.
Barang bukti yang dimusnahkan antara lain:
-
10 jeriken arak jowo masing-masing berisi 30 liter (total 300 liter)
-
112 botol arak jowo ukuran 1,5 liter (total 168 liter)
-
50 botol arak bali ukuran 600 mililiter (total 30 liter)
-
2 karton minuman anggur merah berisi 24 botol
Pemusnahan tersebut dilakukan berdasarkan berita acara resmi yang ditandatangani pada Kamis (12/3/2026) di Ponorogo.
“Barang-barang ini jelas terlarang untuk diedarkan dan sangat membahayakan masyarakat. Karena itu kami lakukan pemusnahan agar tidak kembali disalahgunakan,” tegas Andin.
Ungkap Kasus Pil Dobel L
Selain peredaran minuman keras, Satresnarkoba Polres Ponorogo juga berhasil mengungkap empat kasus peredaran obat terlarang jenis pil dobel L selama pelaksanaan Operasi Pekat.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka.
Barang bukti yang disita mencapai 3.453 butir pil dobel L yang ditemukan di beberapa lokasi berbeda.
“Operasi Pekat ini juga berkaitan dengan penindakan narkoba dan minuman keras. Jadi semuanya kami tindak untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” tambah Kapolres.
Ciptakan Situasi Aman Jelang Lebaran
Polres Ponorogo menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi pengamanan jelang Operasi Ketupat 2026, yang fokus pada pengamanan arus mudik, perayaan Idulfitri, serta peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan.
Langkah penindakan terhadap peredaran miras dan obat-obatan terlarang diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan serta menjaga ketertiban di tengah masyarakat.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran miras, narkoba, maupun tindakan kriminal lainnya.
Dengan upaya tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Ponorogo tetap aman, tertib, dan kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. (*)




















