Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIEKONOMI & BISNIS

OPOP Jatim Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, 1.600 Pesantren Telah Diberdayakan

36
×

OPOP Jatim Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, 1.600 Pesantren Telah Diberdayakan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Komitmen memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur terus ditunjukkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya melalui partisipasi One Pesantren One Product (OPOP) Jawa Timur dalam Rapat Koordinasi Forum Harmonisasi (Forhar) Pengembangan Ekonomi Syariah Jawa Timur yang digelar di Ruang Blambangan Lantai 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Surabaya, Selasa (3/3/2026).

Forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperluas potensi pasar halal di Jawa Timur.

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Penguatan Ekonomi Syariah

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Deputi Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Yono Haryono, yang menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi lintas lembaga serta integrasi program yang berkelanjutan.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor penggerak pengembangan ekonomi syariah nasional.

“Harmonisasi ini penting agar program yang kita jalankan saling menguatkan dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekonomi syariah di Jawa Timur,” ujar Yono.

Dalam forum tersebut, Bank Indonesia Jawa Timur juga memaparkan implementasi Program Penerapan Halal Lifestyle sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah pada tahun 2026.

Program ini dijalankan melalui berbagai kegiatan seperti Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa, edukasi publik, business matching, serta rencana Pembiayaan Syariah (BPS) yang dijadwalkan pada April 2026.

Selain itu, upaya peningkatan literasi ekonomi syariah juga dilakukan melalui program BI Goes to Pesantren dan Kampus, serta diseminasi literasi digital melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan FESyar Jawa.

OPOP Jatim Dorong Pemberdayaan Pesantren

Dalam sesi pemaparan program, Sekretaris Jenderal OPOP Jatim, Gus Ghofirin, menyampaikan perkembangan serta strategi penguatan usaha berbasis pesantren yang terus dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa OPOP tidak hanya mendorong pembentukan unit usaha di pesantren, tetapi juga memberikan pendampingan menyeluruh mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), manajemen usaha, hingga penguatan kualitas produk.

Pendampingan tersebut juga mencakup perbaikan kemasan, penguatan branding produk, serta perluasan akses pemasaran agar produk pesantren mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami ingin usaha yang didampingi tidak hanya berjalan, tetapi juga tumbuh dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Gus Ghofirin.

Lebih dari 1.600 Pesantren Telah Diberdayakan

Sejak diluncurkan pada tahun 2019, program OPOP Jawa Timur telah berhasil memberdayakan lebih dari 1.600 pesantren melalui pengembangan unit usaha berbasis ekonomi syariah.

Selain itu, OPOP juga terus mendorong standarisasi produk, sertifikasi halal, dan penguatan branding agar produk pesantren mampu bersaing di pasar regional hingga nasional.

Langkah ini dinilai penting untuk membuka peluang produk pesantren masuk dalam rantai nilai industri halal global, yang saat ini menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Menuju Pusat Ekonomi Syariah Nasional

Melalui partisipasi dalam forum koordinasi tersebut, OPOP Jatim menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat ekonomi pesantren serta ekosistem ekonomi syariah di Jawa Timur.

Penguatan aspek halal melalui standarisasi produk, sertifikasi halal, serta edukasi halal lifestyle juga menjadi fokus utama agar produk memiliki daya saing tinggi.

Ke depan, sinergi berbagai pihak diharapkan mampu mendorong Jawa Timur menjadi pusat ekonomi syariah nasional, sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai nilai industri halal global.(*)