TANGERANG | Sentrapos.co.id — Upaya penyelundupan bahan baku narkotika jenis ekstasi jaringan internasional berhasil digagalkan aparat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Barang bukti berupa hampir 2 kilogram MDMA diamankan dari seorang warga negara asing asal Tiongkok.
Kapolresta Bandara Soetta, Wisnu Wardana, mengungkapkan bahwa jumlah bahan baku yang dibawa pelaku berpotensi digunakan untuk produksi massal ekstasi di Indonesia.
“Tidak menutup kemungkinan ini bagian dari upaya membangun pabrik ekstasi di Indonesia. Jumlahnya hampir dua kilogram, ini sangat besar,” tegas Wisnu, Jumat (27/3/2026).
Modus Baru: Sembunyikan MDMA dalam Koper
Pelaku berinisial CJ menyelundupkan sekitar 1.915 gram MDMA dalam bentuk bubuk dengan cara disembunyikan di dinding koper dan dilapisi aluminium foil.
Modus ini dinilai sebagai strategi baru untuk menghindari deteksi mesin X-ray di bandara.
“Kalau dalam bentuk butiran lebih mudah terdeteksi. Mereka sengaja membawa dalam bentuk bubuk agar lebih sulit terdeteksi,” jelas Wisnu.
Potensi Produksi Ribuan Ekstasi
Dari barang bukti yang disita, aparat memperkirakan bahan tersebut dapat dicetak menjadi sekitar 9.575 butir ekstasi.
Pengungkapan ini sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan narkotika yang bisa berdampak pada ribuan orang.
“Dengan pengungkapan ini, diperkirakan dapat menyelamatkan sekitar 3.192 jiwa,” ungkapnya.
Sindikat Manfaatkan Momen Libur
Kepala Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, menyebut kasus ini terjadi saat periode rawan, yakni libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
Lonjakan jumlah penumpang dimanfaatkan sindikat untuk menyusupkan narkotika.
“Pada masa libur, pergerakan penumpang meningkat hingga 190 ribu orang. Ini menjadi celah yang coba dimanfaatkan pelaku,” jelas Hengky.
Namun, ia menegaskan bahwa pengawasan tetap diperketat melalui sinergi antarinstansi di Bandara Soetta.
Ancaman Nyata Pabrik Narkoba
Aparat menilai, jika penyelundupan bahan baku ini berhasil, sangat mungkin akan muncul pabrik narkotika di dalam negeri.
Saat ini, kasus tersebut masih dalam pengembangan untuk mengungkap jaringan internasional yang terlibat.
“Kami terus mendalami jaringan ini. Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci memutus rantai peredaran narkotika,” tegas Hengky.
Poin Utama Berita
- Penyelundupan 1,9 kg MDMA digagalkan di Bandara Soetta
- Pelaku WNA Tiongkok gunakan modus baru sembunyikan bubuk di koper
- Potensi produksi mencapai 9.575 butir ekstasi
- Aparat berhasil selamatkan sekitar 3.192 jiwa
- Dugaan kuat upaya membangun pabrik narkoba di Indonesia
- Sindikat manfaatkan momen libur Nyepi dan Lebaran
- Pengawasan diperketat melalui sinergi aparat



















