Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
PENDIDIKAN & KESEHATANTEKNO & GAME

Pakar Untag Surabaya Ingatkan Modus Penipuan Nomor HP Marak Jelang Lebaran, Jangan Asal Klik Link

59
×

Pakar Untag Surabaya Ingatkan Modus Penipuan Nomor HP Marak Jelang Lebaran, Jangan Asal Klik Link

Sebarkan artikel ini
Pakar teknologi informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat * Foto Antaranews,com
Pakar teknologi informasi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat * Foto Antaranews,com
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pakar teknologi informasi dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan melalui nomor telepon seluler, baik melalui WhatsApp maupun pesan singkat (SMS), terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Menurut Supangat, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan aktivitas komunikasi dan transaksi digital di masyarakat. Kondisi tersebut kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai aksi penipuan.

“Modus penipuan lewat nomor HP sekarang semakin kreatif dan sering kali menekan psikologis korban. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati, terutama saat menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal,” kata Supangat di Surabaya, Minggu (8/3/2026).

Penipuan Kerap Manfaatkan Pesan dan Link Berbahaya

Wakil Rektor II Untag Surabaya itu menjelaskan salah satu modus yang sering digunakan pelaku adalah mengirimkan tautan atau file berbahaya melalui pesan dari nomor tidak dikenal.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuka atau mengunduh file, terutama yang memiliki format aplikasi seperti APK, karena berpotensi mencuri data pribadi pengguna.

Menurutnya, kehati-hatian menjadi kunci utama dalam menghadapi meningkatnya kejahatan digital.

Gunakan Aplikasi Identifikasi Nomor

Supangat juga menyarankan masyarakat memanfaatkan aplikasi identifikasi nomor telepon untuk mengecek identitas pengirim pesan yang mencurigakan.

Beberapa aplikasi yang dapat digunakan antara lain GetContact dan Truecaller, yang memungkinkan pengguna mengetahui reputasi sebuah nomor berdasarkan laporan dari pengguna lain.

Jika nomor tersebut banyak ditandai sebagai penipu, ia menyarankan agar masyarakat segera memblokir nomor tersebut untuk mencegah potensi kerugian.

Verifikasi Jika Ada Permintaan Bantuan Mendesak

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung percaya apabila menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai teman atau anggota keluarga yang sedang dalam kondisi darurat.

Supangat menyarankan agar masyarakat melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan bantuan.

“Jika ada yang mengaku teman atau keluarga dan meminta bantuan mendesak, sebaiknya matikan telepon terlebih dahulu lalu hubungi nomor asli yang bersangkutan atau orang terdekatnya untuk memastikan kebenaran informasi,” ujarnya.

Jangan Pernah Berikan OTP dan PIN

Supangat juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, seperti kode One Time Password (OTP), Personal Identification Number (PIN), maupun kata sandi akun.

Ia menegaskan bahwa lembaga resmi seperti bank maupun perusahaan niaga elektronik (marketplace) tidak pernah meminta data rahasia tersebut melalui pesan singkat atau aplikasi percakapan.

“Jika ada pihak yang meminta OTP, PIN, atau password melalui pesan atau telepon, hampir dapat dipastikan itu adalah upaya penipuan,” tegas Supangat.

Ia berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang terus berkembang, terutama di momentum menjelang Lebaran ketika aktivitas digital masyarakat meningkat. (*)

Example 300250