Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Panas! Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz 48 Jam, Teheran Balas Ancam Infrastruktur AS-Israel

47
×

Panas! Trump Ultimatum Iran Buka Selat Hormuz 48 Jam, Teheran Balas Ancam Infrastruktur AS-Israel

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INTERNASIONAL | Sentrapos.co.id – Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran untuk segera membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.

Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, Trump mengancam akan melumpuhkan jaringan listrik di Teheran sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah Iran.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik mereka,” tulis Trump dalam pernyataannya.

Iran Tak Gentar, Balas Ancam Serangan

Alih-alih merespons dengan membuka jalur pelayaran strategis tersebut, Iran justru mengeluarkan ancaman balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Melalui pernyataan militer, Iran menegaskan akan menyerang seluruh infrastruktur energi yang terkait dengan AS dan Israel di kawasan Timur Tengah jika pembangkit listriknya menjadi target serangan.

Juru bicara Komando Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menyebut bahwa target potensial termasuk pabrik desalinasi hingga infrastruktur teknologi informasi.

“Jika jaringan listrik Iran diserang, maka seluruh kawasan bisa mengalami pemadaman dalam waktu singkat,” tegas pihak Iran.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis Dunia

Ketegangan ini berpusat pada Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dan gas alam cair dunia.

Sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026, Iran disebut telah membatasi akses selat tersebut sebagai bentuk respons terhadap tekanan militer dari AS dan Israel.

Langkah ini berdampak langsung terhadap lonjakan harga energi global serta memicu kekhawatiran inflasi di berbagai negara.

Iran: Terbuka untuk Semua, Kecuali Musuh

Perwakilan Iran di Organisasi Maritim Internasional (IMO), Ali Mousavi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun dengan pengecualian.

“Selat Hormuz terbuka untuk semua, kecuali musuh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas, namun harus melalui koordinasi dengan otoritas Iran.

Ancaman Krisis Energi Global

Situasi ini membuat sejumlah negara mulai mencari jalur distribusi energi alternatif dan memanfaatkan cadangan strategis untuk menjaga stabilitas pasokan.

Jika konflik terus berlanjut, dampaknya diperkirakan akan meluas, mulai dari kenaikan harga bahan bakar, gangguan rantai pasok global, hingga potensi krisis ekonomi di berbagai negara.

Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz kini menjadi perhatian dunia, mengingat dampaknya yang tidak hanya regional, tetapi juga global dan sistemik. (*)