Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
NASIONALPERISTIWA

Panglima TNI Perintahkan Pasukan di Lebanon Masuk Bunker, Aktivitas Dihentikan Total Usai Gugurnya 3 Prajurit

47
×

Panglima TNI Perintahkan Pasukan di Lebanon Masuk Bunker, Aktivitas Dihentikan Total Usai Gugurnya 3 Prajurit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Panglima TNI, Agus Subiyanto, mengeluarkan perintah tegas kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon agar segera masuk bunker dan menghentikan seluruh aktivitas di luar markas.

Instruksi tersebut disampaikan langsung saat melakukan komunikasi via video call dengan Komandan Satuan Tugas (Satgas) Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon, Jumat (3/4/2026), di tengah meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

“Jaga moral prajurit yang ada di sana, tetap melaksanakan pengamanan intern, masuk ke bunker-bunker dan tidak ada kegiatan yang lagi keluar,” tegas Panglima TNI.

Perintah ini menjadi langkah darurat menyusul gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Ketiga prajurit tersebut adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur, dan Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon. Mereka gugur dalam insiden berbeda di tengah meningkatnya intensitas serangan di Lebanon selatan.

Praka Farizal dilaporkan menjadi korban serangan artileri tidak langsung di wilayah Adchit Al Qusayr. Sementara Kapten Zulmi dan Sertu Muhammad Nur gugur setelah kendaraan yang mereka tumpangi terkena ranjau dan dihujani tembakan.

Situasi keamanan yang memburuk dipicu oleh konflik bersenjata antara militer Israel Defense Forces dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

“Dan jaga moral prajurit supaya tetap semangat. Terima kasih,” lanjut Panglima TNI.

Menanggapi arahan tersebut, Komandan Satgas menyatakan kesiapan penuh untuk melaksanakan perintah dan memastikan seluruh personel dalam kondisi siaga tinggi.

Pemulangan Jenazah dan Komitmen Negara

Jenazah ketiga prajurit dijadwalkan tiba di Indonesia pada Sabtu (4/4/2026), setelah sebelumnya dilakukan upacara pelepasan militer di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut.

Upacara penghormatan terakhir tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Pasukan UNIFIL sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian para prajurit Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa proses repatriasi merupakan bentuk tanggung jawab negara terhadap para prajurit yang gugur.

“Repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para prajurit yang gugur, sekaligus wujud tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI.

Pemerintah juga memastikan koordinasi intensif dengan PBB guna mempercepat proses pemulangan di tengah situasi konflik yang terus memanas.

Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memakan waktu sekitar 17 jam. Namun, situasi keamanan yang tidak stabil menyebabkan keterbatasan mobilitas dan memperumit proses evakuasi.

Pengamanan Diperketat, Moral Prajurit Dijaga

Langkah penghentian aktivitas luar markas dan perintah masuk bunker menjadi bagian dari strategi pengamanan maksimal demi melindungi keselamatan prajurit Indonesia di wilayah konflik.

Panglima TNI juga menekankan pentingnya menjaga semangat dan moral pasukan agar tetap solid dalam menjalankan tugas perdamaian dunia. (*)


Poin Utama Berita

  • Panglima TNI perintahkan seluruh prajurit di Lebanon masuk bunker
  • Aktivitas luar markas dihentikan total demi keamanan
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian UNIFIL
  • Konflik Lebanon selatan meningkat akibat eskalasi bersenjata
  • Pemerintah pastikan pemulangan jenazah berjalan aman
  • Moral prajurit menjadi fokus utama dalam situasi krisis