JAKARTA | Sentrapos.co.id — Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan dan seni Indonesia. Seorang anak berusia 7 tahun, Parama Hansa Abhipraya, berhasil mencatatkan namanya dalam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Parama Hansa meraih penghargaan dalam kategori Anak Usia Dini dengan Prestasi Lintas Disiplin Terbanyak, sebuah pencapaian langka yang menunjukkan kemampuan luar biasa di berbagai bidang sekaligus.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pendiri MURI, budayawan Jaya Suprana, bersama Direktur Utama MURI, Aylawati Sarwono.
Prestasi Lintas Disiplin yang Langka
Di usia yang sangat muda, Parama Hansa telah menorehkan prestasi gemilang di empat bidang utama: seni, matematika, olahraga, serta literasi dan budaya.
Bakatnya bahkan telah terlihat sejak usia tiga tahun. Dalam kurun waktu empat tahun, ia mampu mengembangkan potensi secara konsisten hingga meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional.
Di bidang akademik, Parama Hansa berhasil menjuarai sejumlah olimpiade matematika. Sementara di bidang seni, ia piawai memainkan piano dan meraih pengakuan dari berbagai kompetisi.
Tak hanya itu, di bidang olahraga, ia juga berprestasi dalam catur tingkat nasional.
Yang paling menonjol, Parama Hansa juga aktif di bidang literasi dan budaya. Ia telah menulis buku serta menunjukkan kemampuan sebagai dalang, sebuah keahlian yang jarang dimiliki anak seusianya.
“Rekor ini bukan sekadar angka, tetapi simbol potensi anak Indonesia yang luar biasa jika dikembangkan secara seimbang dan multidisiplin,” ujar Jaya Suprana.
Inspirasi bagi Generasi Muda
Ayah Parama Hansa, Dhaniar Aji, mengungkapkan rasa bangga dan haru atas pencapaian putranya.
Ia berharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk berani mengeksplorasi berbagai bidang tanpa membatasi diri.
“Semoga ini memotivasi Rama untuk terus meraih cita-citanya dan menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya,” ujarnya.
Parama Hansa saat ini merupakan siswa kelas 2 di SD Yasporbi 1 Pancoran, Jakarta.
Dalam pidato singkatnya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna:
“Kita tidak perlu memilih satu warna untuk menggambar pelangi.”
Bukti Potensi Anak Indonesia
Prestasi Parama Hansa menjadi bukti bahwa potensi anak Indonesia dapat berkembang optimal jika didukung oleh lingkungan yang tepat, semangat belajar tinggi, dan keberanian untuk mencoba hal baru.
Ia juga mengajak anak-anak seusianya untuk tidak takut mencoba berbagai aktivitas positif sebagai bagian dari proses pengembangan diri. (*liputan6)
Poin Utama Berita
- Parama Hansa raih rekor MURI di usia 7 tahun
- Kategori: prestasi lintas disiplin terbanyak
- Unggul di bidang seni, matematika, olahraga, dan budaya
- Juara olimpiade matematika dan kompetisi piano
- Berprestasi di catur tingkat nasional
- Menulis buku dan mahir sebagai dalang
- Jadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia

















