Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONALPERISTIWA

Pasokan LPG Nasional Dipastikan Aman, Pemerintah Alihkan Impor dari Timur Tengah ke AS dan Australia

69
×

Pasokan LPG Nasional Dipastikan Aman, Pemerintah Alihkan Impor dari Timur Tengah ke AS dan Australia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah memastikan pasokan Gas Minyak Bumi Cair (LPG) nasional tetap aman meskipun terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global. Untuk menjaga stabilitas energi, pemerintah telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun, menyusul kondisi geopolitik global yang berkembang, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sebagian sumber pasokan dari kawasan tersebut.

“LPG kita impor 20 persen dari Timur Tengah. Total 7,6 juta ton impor, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS),” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut Bahlil, langkah pengalihan pasokan tersebut merupakan strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas energi nasional sekaligus mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat situasi global.

“Dengan kondisi sekarang, pasokan LPG dari Timur Tengah kita alihkan. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga telah memastikan kedatangan sejumlah kargo LPG dari berbagai negara guna menjaga ketersediaan energi dalam negeri, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia. Pemerintah juga memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi, dan 8 April satu kargo lagi,” jelas Bahlil.

Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan bahan bakar solar nasional berada dalam kondisi aman. Saat ini kebutuhan solar dalam negeri sebagian besar telah dipenuhi dari produksi domestik.

Menurut Bahlil, operasional proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan memberikan kontribusi signifikan dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

“Solar kita sudah aman dari dalam negeri, karena RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Sementara itu, untuk kebutuhan minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah telah menyiapkan pasokan alternatif dari negara lain guna menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari AS lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” kata Bahlil.

Pemerintah menegaskan langkah diversifikasi sumber energi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia. (*)

Example 300250