JAKARTA | Sentrapos.co.id — Polemik besar mengguncang kompetisi Eredivisie setelah mencuat kasus yang dikenal sebagai “paspoortgate”. Sejumlah pemain, termasuk empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia, kini terpaksa dinonaktifkan sementara dari aktivitas klub.
Media Belanda, De Telegraaf, melaporkan bahwa kasus ini menyeret puluhan pemain yang status kewarganegaraannya tengah dipertanyakan oleh otoritas setempat.
Empat pemain Timnas Indonesia yang terdampak adalah:
- Dean James (Go Ahead Eagles)
- Justin Hubner (Fortuna Sittard)
- Nathan Tjoe-A-On (Willem II)
- Tim Geypens (FC Emmen)
Untuk sementara, keempat pemain tersebut tidak diperbolehkan bermain maupun mengikuti sesi latihan bersama klubnya.
“Para pemain tidak diturunkan dan tidak diizinkan berlatih hingga status kewarganegaraan mereka dinyatakan jelas,” tulis Telegraaf.
Menunggu Hasil Investigasi Imigrasi
Kasus ini kini berada dalam penyelidikan Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda yang memeriksa sekitar 25 pemain, baik putra maupun putri.
Fokus utama penyelidikan adalah apakah para pemain tersebut masih memenuhi syarat sebagai warga negara Belanda setelah memilih membela tim nasional di luar Uni Eropa, termasuk Indonesia.
“Jika terbukti kehilangan status kewarganegaraan Belanda, maka kelayakan bermain mereka otomatis gugur,”
Dalam hukum Indonesia, pemain yang telah dinaturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) wajib melepas kewarganegaraan lamanya, karena tidak mengenal sistem dwi kewarganegaraan.
Opsi Solusi: Paspor Asing hingga Naturalisasi Ulang
Sejumlah solusi tengah dikaji oleh klub dan ahli hukum. Salah satunya adalah menggunakan paspor asing agar tetap memenuhi syarat bermain, seperti kasus Maarten Paes yang sempat menjadi preseden.
Namun, opsi lain yang lebih kompleks adalah mengajukan kembali kewarganegaraan Belanda.
“Proses ini bisa memakan waktu sekitar tiga bulan, dengan risiko pemain tidak bisa lagi membela timnas barunya,”
Terkendala Aturan Gaji dan Izin Kerja
Masalah semakin rumit karena pemain non-Uni Eropa di Belanda wajib memenuhi syarat izin kerja dengan standar gaji minimum tinggi, yakni sekitar 608 ribu euro per tahun.
Kondisi ini menjadi beban bagi klub-klub yang tidak mampu memenuhi regulasi tersebut.
KNVB Perketat Pengawasan
KNVB menegaskan bahwa hanya pemain yang memenuhi seluruh persyaratan administratif yang boleh diturunkan dalam pertandingan resmi.
“Pemain wajib melaporkan perubahan status kewarganegaraan, dan klub bertanggung jawab memastikan kelayakan pemain,” tegas KNVB.
Dengan jadwal kompetisi yang terus berjalan—pekan ke-30 Eredivisie pada 11–12 April 2026—klub kini berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan polemik ini agar para pemain bisa kembali merumput.
Kasus “paspoortgate” pun berpotensi menjadi salah satu skandal administrasi terbesar dalam sejarah sepak bola Belanda. (*)
Poin Utama Berita
- Kasus “paspoortgate” mengguncang Liga Belanda
- 4 pemain naturalisasi Timnas Indonesia terdampak
- Pemain dinonaktifkan dari latihan dan pertandingan
- Investigasi dilakukan oleh Imigrasi Belanda terhadap 25 pemain
- Opsi solusi: paspor asing atau naturalisasi ulang
- KNVB perketat aturan kelayakan pemain
- Klub berpacu dengan waktu sebelum pekan kompetisi berikutnya

















