WASHINGTON | Sentrapos.co.id – Amerika Serikat meningkatkan kesiapsiagaan militernya di Timur Tengah dengan mengerahkan sejumlah pasukan elite, termasuk unit paling rahasia dan mematikan seperti Delta Force, Army Rangers, dan Navy SEALs.
Langkah ini diambil seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan, termasuk potensi konflik yang melibatkan jalur strategis seperti Selat Hormuz.
Delta Force dikenal sebagai unit operasi khusus paling rahasia di bawah kendali Joint Special Operations Command (JSOC). Unit ini memiliki spesialisasi dalam operasi kontra-terorisme, termasuk penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi.
“Delta Force menjalankan misi berisiko tinggi seperti penyelamatan sandera, sabotase, hingga pengintaian khusus yang jarang diketahui publik,” demikian laporan berbagai sumber militer.
Berbasis di Fort Bragg, Carolina Utara, Delta Force memiliki sekitar 2.000 personel dengan hanya 300–400 operator tempur aktif. Operasi mereka sebagian besar bersifat rahasia dan tidak dikonfirmasi secara terbuka oleh pemerintah AS.
Sepanjang sejarah, Delta Force terlibat dalam berbagai operasi penting, mulai dari Operasi Eagle Claw (1980), invasi Panama (1989), hingga perburuan pemimpin teroris pasca serangan 11 September 2001.
Unit ini juga memimpin operasi yang menargetkan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi pada 2019.
Sementara itu, pengerahan pasukan darat juga melibatkan Army Rangers, yang dikenal sebagai Resimen Ranger ke-75. Pasukan ini fokus pada operasi tempur langsung seperti serangan udara, perebutan wilayah strategis, hingga penghancuran fasilitas penting.
“Army Rangers memiliki kesiapan tempur tinggi dan mampu menjalankan operasi skala kecil hingga besar dengan presisi tinggi,” ungkap sumber militer AS.
Di sisi lain, Navy SEALs menjadi ujung tombak operasi lintas medan, baik di laut, udara, maupun darat. Berakar dari unit pengintai amfibi Perang Dunia II, pasukan ini dikenal unggul dalam operasi rahasia, khususnya di wilayah pesisir dan maritim.
Unit kecil SEAL yang terdiri dari sekitar 16 personel mampu menjalankan misi infiltrasi, pengintaian, hingga operasi penyerangan presisi tinggi.
Pengerahan ketiga pasukan elite ini menandai peningkatan signifikan dalam kesiapan militer AS, meskipun hingga kini belum ada penugasan spesifik yang diumumkan secara resmi.
Namun, analis menilai kehadiran mereka membuka kemungkinan operasi untuk mengamankan jalur strategis, termasuk Selat Hormuz, yang memiliki peran vital dalam distribusi energi global. (*)
Poin Utama Berita
- AS kerahkan pasukan elite ke Timur Tengah
- Delta Force jadi unit paling rahasia dan mematikan
- Army Rangers fokus pada operasi tempur darat
- Navy SEALs unggul dalam operasi lintas medan dan maritim
- Ketegangan kawasan picu peningkatan kesiapan militer
- Selat Hormuz jadi titik strategis yang berpotensi diamankan
- Operasi belum diumumkan, namun potensi eskalasi tinggi

















