Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

PBB Ungkap Penyebab Tewasnya 3 Prajurit TNI di Lebanon: Tank Israel dan Dugaan IED Hizbullah

25
×

PBB Ungkap Penyebab Tewasnya 3 Prajurit TNI di Lebanon: Tank Israel dan Dugaan IED Hizbullah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

NEW YORK | Sentrapos.co.id — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengungkap hasil investigasi awal terkait insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon pada 29–30 Maret 2026.

Dalam konferensi pers di Markas PBB, New York, Selasa (7/4), Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, memaparkan temuan awal terkait sumber serangan yang terjadi dalam dua insiden terpisah tersebut.

Untuk insiden pertama pada 29 Maret, PBB menyatakan bahwa proyektil yang menghantam posisi pasukan berasal dari tembakan tank.

“Proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur menuju Ett Taibe,” ungkap Dujarric.

PBB menegaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah menyerahkan koordinat lengkap seluruh posisi dan fasilitas UNIFIL kepada Israel pada 6 dan 22 Maret, guna mencegah risiko serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian.

Sementara itu, pada insiden kedua yang terjadi 30 Maret, investigasi awal menunjukkan penyebab berbeda.

“Ledakan disebabkan oleh perangkat peledak rakitan (IED) yang diaktifkan oleh korban melalui mekanisme tripwire,” jelas Dujarric.

Berdasarkan analisis lokasi kejadian, karakteristik ledakan, serta situasi konflik yang sedang berlangsung, PBB menyebut bahwa IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh kelompok Hizbullah.

Meski demikian, PBB menegaskan bahwa seluruh temuan ini masih bersifat awal dan belum merupakan kesimpulan final. Proses investigasi menyeluruh masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Sebagai tindak lanjut, PBB akan membentuk Dewan Penyelidikan (Board of Inquiry) guna mengusut secara komprehensif dua insiden tersebut.

Temuan awal ini juga telah disampaikan kepada pemerintah Indonesia, Israel, dan Lebanon.

Insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah di wilayah perbatasan Lebanon selatan.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah mendesak PBB untuk melakukan investigasi independen dan memastikan perlindungan maksimal bagi personel UNIFIL.

Perwakilan Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi, dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB menekankan pentingnya langkah konkret untuk menjamin keselamatan pasukan perdamaian.

“Perlu segera dilakukan peninjauan protokol keamanan serta pengaktifan rencana darurat dan evakuasi sesuai perkembangan situasi di lapangan,” tegas Umar Hadi.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah konflik aktif serta pentingnya perlindungan internasional terhadap misi kemanusiaan global. (*)


Poin Utama Berita

  • PBB ungkap investigasi awal tewasnya 3 prajurit TNI di Lebanon
  • Insiden 29 Maret disebabkan tembakan tank Merkava Israel
  • Insiden 30 Maret dipicu ledakan IED dengan mekanisme tripwire
  • IED diduga kuat dipasang oleh kelompok Hizbullah
  • PBB telah memberikan koordinat posisi UNIFIL sebelum kejadian
  • Investigasi masih berlangsung dan belum final
  • PBB akan bentuk Dewan Penyelidikan resmi
  • Indonesia desak perlindungan maksimal bagi pasukan perdamaian