SITUBONDO | Sentrapos.co.id - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo meninjau langsung progres pembangunan landasan pacu atau runway Bandara KHR As'ad Syamsul Arifin (pahlawan nasional) di kawasan Pantai Banongan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu.
"Hari ini saya ingin melihat langsung progres pembangunan landasan pacu yang sedang dikerjakan, karena sebelumnya saya meminta ke Kementerian Pertahanan agar ditambah menjadi 2.500 meter dari rencana sebelumnya 2.000 meter, dan alhamdulillah tadi sudah dijelaskan secara teknis," kata Bupati Rio, sapaan Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meminta kepada pelaksana proyek pembangunan bandara militer itu agar mempekerjakan masyarakat lokal khususnya warga Desa Wringin, Kecamatan Asembagus.
Tak hanya pekerja, lanjut Rio, sejak Pemkab Situbondo menghibahkan lahan tanah seluas 306 hektare kepada Kementerian Pertahanan untuk kegiatan pertahanan negara termasuk pembangunan bandara itu untuk material bangunan juga diminta berasal dari Situbondo.
"Kalau nilai total investasi untuk pembangunan kegiatan pertahanan negara sekaligus Bandara Kiai As'ad ini mencapai sekitar Rp1,7 triliun, oleh karena itu saya ingin uang tersebut berputar di Situbondo dengan mempekerjakan warga lokal dan termasuk materialnya," katanya.
Bupati Rio menyampaikan bahwa usulan penambahan landasan pacu bandara 2.500 meter itu tidak lain bertujuan memberikan pelayanan kepada masyarakat di "Kota Santri" itu, yakni pesawat komersial berbadan besar seperti Airbus bisa mendarat di Bandara Kiai As'ad.
Menurut Rio, pesawat berbadan besar seperti Airbus atau pesawat Boeing diharapkan pula nantinya bisa beroperasi mendarat dan lepas landas di bandara yang saat ini pembangunannya sudah dalam proses.
"Kalau landasan pacu bandara 2.500 meter dan pesawat Airbus dan Boeing bisa beroperasi, maka umrah dan haji bisa terbang dari Situbondo," kata dia.
Pemkab Situbondo menghibahkan lahan seluas 306 hektare di Perkebunan Banongan, Kecamatan Asembagus, kepada Kementerian Pertahanan untuk mendukung kegiatan pertahanan negara.
Bentuk kesepakatan ini saling menghibahkan, pemda hibahkan lahan 306 hektare dan Kementerian Pertahanan memberikan kompensasi hibah lahan seluas 350 hektare di kawasan objek Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo.