JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pernyataan kontroversial muncul dari pemerintah Amerika Serikat terkait pemboman sebuah sekolah perempuan di selatan Iran yang menewaskan ratusan siswa.
Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz, menyebut serangan tersebut sebagai “kesalahan tragis” yang bisa terjadi dalam operasi militer, tanpa secara langsung menunjuk pihak yang bertanggung jawab.
Pernyataan itu disampaikan Waltz dalam wawancara dengan ABC News yang ditayangkan pada Minggu (8/3/2026).
“Amerika Serikat melakukan segala yang bisa untuk menghindari korban sipil. Namun terkadang, tentu saja, kesalahan tragis bisa terjadi,” kata Mike Waltz.
Serangan Hantam Sekolah Perempuan
Serangan tersebut terjadi pada 28 Februari 2026 ketika sebuah sekolah dasar perempuan di Minab, wilayah selatan Iran, terkena dampak serangan udara yang terjadi pada hari pertama operasi militer gabungan.
Kota Minab dilaporkan menjadi salah satu wilayah yang terdampak serangan dalam eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan aliansi militer yang diduga melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Iran Sebut 171 Siswi Tewas
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan 171 siswi sekolah.
Teheran menuding serangan itu merupakan bagian dari operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel.
Pemerintah Iran mengecam keras insiden tersebut dan menilai serangan terhadap fasilitas pendidikan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
AS Tunggu Hasil Investigasi
Ketika ditanya mengenai laporan investigasi yang dipublikasikan oleh The New York Times yang menyebut Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut, Waltz menolak memberikan penilaian langsung.
Ia menyatakan bahwa proses penyelidikan harus dilakukan secara objektif oleh pihak berwenang.
“Saya akan menyerahkan hal itu kepada para penyelidik untuk menentukan fakta sebenarnya,” ujarnya.
Trump: Iran Bertanggung Jawab
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan berbeda.
Trump mengatakan berdasarkan informasi yang ia terima, serangan tersebut justru dilakukan oleh pihak Iran sendiri.
“Berdasarkan apa yang saya lihat, hal tersebut dilakukan oleh Iran,” kata Trump dalam pernyataan pada Sabtu (7/3/2026).
Konflik Regional Kian Memanas
Insiden pemboman sekolah ini semakin memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pengamat internasional menilai perbedaan narasi antara Washington dan Teheran berpotensi memperumit proses investigasi sekaligus memperdalam konflik regional.
Komunitas internasional kini mendesak dilakukannya penyelidikan independen untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan yang menelan korban sipil tersebut. (*)




















