JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah resmi membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring (online) bagi siswa di tengah kekhawatiran krisis global. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kualitas pendidikan nasional dan mencegah terjadinya penurunan kemampuan akademik atau learning loss.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa proses pembelajaran harus tetap berlangsung secara tatap muka (luring).
“Di sektor pendidikan, proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu, pembelajaran diutamakan tetap berjalan secara luring,” ujar Pratikno, Rabu (25/3/2026).
Wacana Hybrid Dibatalkan
Sebelumnya, pemerintah sempat mempertimbangkan skema pembelajaran hybrid yang mengombinasikan metode daring dan luring. Namun, hasil koordinasi lintas kementerian menyimpulkan bahwa pembelajaran daring belum menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang lebih optimal.
Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Nasional
Pemerintah menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan nasional, termasuk melalui berbagai program strategis seperti revitalisasi sekolah dan penguatan institusi pendidikan.
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan transformasi nasional, terutama di tengah tekanan krisis global.
“Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Kita dipaksa untuk melakukan akselerasi di berbagai sektor strategis,” ungkap Pratikno mengutip arahan Presiden.
Transformasi Pendidikan dan Birokrasi Dipercepat
Selain pendidikan, pemerintah juga mendorong transformasi birokrasi melalui penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, efisiensi anggaran, serta pola kerja fleksibel secara terukur.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat pembangunan yang berkeadilan.
“Pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan kualitas SDM harus diperkuat dengan cara yang lebih cerdas dan efisien,” tegasnya.
Edukasi: Bahaya Learning Loss pada Generasi Muda
Learning loss merupakan kondisi menurunnya kemampuan akademik siswa akibat gangguan proses belajar dalam jangka waktu tertentu. Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.
Dengan mempertahankan pembelajaran tatap muka, pemerintah berupaya memastikan proses pendidikan tetap efektif dan berkelanjutan. (*)




















