Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONAL

Pemerintah Kaji WFH untuk Tekan Konsumsi BBM, Imbas Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak

19
×

Pemerintah Kaji WFH untuk Tekan Konsumsi BBM, Imbas Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Minyak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id Pemerintah Indonesia tengah mengkaji kebijakan work from home (WFH) sebagai langkah strategis untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah gejolak harga energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa opsi WFH masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

“Memang ada beberapa langkah yang sedang dikaji, termasuk apakah diperlukan WFH. Semua kemungkinan bisa terjadi, yang terpenting adalah penghematan BBM,” ujar Bahlil, Selasa (17/3/2026).

Imbas Konflik Global, Harga Minyak Tertekan Naik

Menurut Bahlil, kenaikan harga minyak dunia menjadi konsekuensi yang sulit dihindari akibat eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mencari berbagai strategi efisiensi agar beban subsidi energi tidak membengkak.

“Selain menghemat impor, langkah ini juga bisa menekan pengeluaran masyarakat secara keseluruhan,” jelasnya.

Pasokan Energi Nasional Dipastikan Aman

Meski ada tekanan global, pemerintah memastikan kondisi pasokan energi nasional masih relatif aman dan terkendali. Pemerintah juga menjamin ketersediaan energi menjelang hari raya tetap mencukupi.

Untuk LPG, pemerintah akan menambah pasokan dalam waktu dekat guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Sementara itu, cadangan batu bara untuk pembangkit listrik nasional dinilai masih dalam batas aman.

“Untuk LPG, akhir bulan ini akan ada tambahan pasokan. Jadi menjelang hari raya relatif tidak ada masalah,” kata Bahlil.

Avtur dan BBM Tetap Terkendali, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Pemerintah juga memastikan ketersediaan avtur dalam kondisi aman melalui koordinasi intensif dengan PT Pertamina (Persero).

Langkah ini diambil untuk menghindari kepanikan masyarakat seperti yang terjadi di sejumlah negara lain akibat lonjakan harga energi.

“Avtur dalam pantauan kami bersama Pertamina masih terkendali. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.

Edukasi: WFH sebagai Strategi Efisiensi Energi

Kebijakan WFH dinilai tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional perusahaan, tetapi juga berpotensi signifikan dalam mengurangi konsumsi BBM harian, terutama dari sektor transportasi.

Jika diterapkan, langkah ini dapat menjadi solusi jangka pendek untuk menjaga stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian global. (*)