Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Pemimpin Baru Iran Klaim Musuh Tumbang, Mojtaba Khamenei: Ada Keretakan di Kubu Lawan

45
×

Pemimpin Baru Iran Klaim Musuh Tumbang, Mojtaba Khamenei: Ada Keretakan di Kubu Lawan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa musuh-musuh Iran saat ini tengah mengalami kekalahan, seiring munculnya keretakan di pihak lawan di tengah konflik yang terus berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan resmi perayaan Tahun Baru Persia atau Nowruz yang disiarkan melalui televisi nasional Iran, Jumat (20/3/2026).

Dalam pesannya, Mojtaba menegaskan bahwa persatuan rakyat Iran menjadi faktor utama dalam menghadapi tekanan eksternal, termasuk dari Amerika Serikat dan Israel.

“Karena persatuan yang telah tercipta di antara rakyat, musuh telah dikalahkan,” tegas Mojtaba Khamenei.

Ia juga menilai bahwa asumsi pihak lawan yang mengira rakyat Iran akan melemah pasca gugurnya tokoh-tokoh penting negara merupakan kesalahan besar.

Mojtaba Khamenei, yang menggantikan Ali Khamenei setelah wafat di awal konflik, menegaskan bahwa strategi militer lawan tidak berhasil menggoyahkan stabilitas internal Iran.

“Perang ini dilancarkan dengan harapan menciptakan ketakutan dan keputusasaan, namun justru keretakan muncul di pihak musuh,” ujarnya.

Iran Bantah Tuduhan Serangan, Dorong Stabilitas Kawasan

Dalam kesempatan yang sama, Mojtaba juga membantah tudingan bahwa Iran terlibat dalam sejumlah serangan terhadap negara lain, seperti Turki dan Oman. Ia menyebut insiden tersebut sebagai operasi “bendera palsu” yang dimanfaatkan untuk menyudutkan Iran.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan konflik berkepanjangan maupun pengembangan senjata nuklir.

“Kami tidak mencari perang dengan negara tetangga. Kesulitan yang terjadi merupakan akibat campur tangan pihak luar,” kata Pezeshkian.

Ia juga mengusulkan pembentukan sistem keamanan regional berbasis kerja sama negara-negara Islam tanpa keterlibatan kekuatan asing.

“Kita tidak membutuhkan kehadiran pihak luar di kawasan ini,” tegasnya.

Pesan Politik di Tengah Eskalasi Konflik

Pernyataan pemimpin Iran ini muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan sejumlah kekuatan global. Narasi kemenangan dan persatuan yang disampaikan menjadi sinyal kuat terhadap posisi politik Iran di tengah tekanan internasional.

Analis menilai, pesan tersebut tidak hanya ditujukan untuk konsumsi domestik, tetapi juga sebagai strategi komunikasi geopolitik untuk menunjukkan ketahanan Iran di tengah konflik.

Dengan situasi yang masih memanas, dinamika kawasan diperkirakan akan terus berkembang, dengan potensi dampak besar terhadap stabilitas global, termasuk sektor energi dan keamanan internasional. (*)