TULUNGAGUNG | Sentrapos.co.id – Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 miliar untuk perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2026. Anggaran tersebut difokuskan pada ruas penghubung atau jalan sirip menuju Jalur Lintas Selatan (JLS) yang dinilai strategis bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Ahmad Rifai Sodik, mengatakan anggaran itu digunakan untuk kegiatan pemeliharaan rutin serta rekonstruksi jalan rusak di sejumlah wilayah.
“Total anggaran perbaikan infrastruktur jalan pada 2026 sekitar Rp300 miliar, dengan target penanganan mencapai kurang lebih 100 kilometer,” ujar Sodik, Jumat (6/2/2026).
Empat Kecamatan Akses JLS Jadi Prioritas
Sodik menjelaskan, lokasi perbaikan telah ditetapkan berdasarkan data perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung. Prioritas utama difokuskan pada empat kecamatan yang memiliki akses langsung menuju JLS, yakni Pucanglaban, Tanggunggunung, Campurdarat, dan Besuki.
“Sebagian besar ruas jalan di wilayah tersebut mengalami kerusakan berat, sehingga membutuhkan rekonstruksi atau pembangunan ulang,” jelasnya.
Karena berada di kawasan perbukitan dan sering dilalui kendaraan bertonase besar, sekitar 90 persen pekerjaan rekonstruksi di wilayah selatan Tulungagung akan menggunakan konstruksi beton.
“Rekonstruksi akan menggunakan cor beton agar jalan lebih awet, tahan air, dan mampu menahan beban berat,” tegas Sodik.
Pekerjaan Dimulai Mei 2026, Perkotaan Pakai Hotmix
Ia menambahkan, pekerjaan fisik rekonstruksi jalan direncanakan mulai Mei 2026, dengan mempertimbangkan kelancaran arus lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sementara itu, untuk ruas jalan lain, khususnya di kawasan perkotaan, penanganan dilakukan melalui pemeliharaan rutin, seperti penambalan dan perbaikan jalan berlubang menggunakan aspal hotmix. Kegiatan ini dijadwalkan mulai Februari 2026.
Melalui program peningkatan infrastruktur tersebut, Pemkab Tulungagung menargetkan tingkat kemantapan jalan daerah meningkat menjadi sekitar 70 persen pada 2026, dari kondisi saat ini yang masih berada di kisaran 63 persen.
Langkah ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi logistik, serta memperkuat konektivitas kawasan selatan Tulungagung yang terhubung langsung dengan JLS. *




















