Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Pemprov Jatim Deklarasikan 8.494 Desa Bersinar, Khofifah dan BNN Perkuat Perang Total Lawan Narkoba

20
×

Pemprov Jatim Deklarasikan 8.494 Desa Bersinar, Khofifah dan BNN Perkuat Perang Total Lawan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi mendeklarasikan program Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba) sebagai strategi sistematis memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika hingga tingkat desa. Program ini dijalankan melalui kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan penguatan peran Menteri Desa dan Kepala BNN RI menjadi kunci agar desa-desa di Jawa Timur benar-benar bergerak dan konsisten menjadi Desa Bersinar.

“Penguatan dari Pak Mendes dan Kepala BNN sangat penting untuk membentuk dan mengawal desa-desa di Jawa Timur agar benar-benar menjadi Desa Bersih Narkoba,” tegas Khofifah usai Akselerasi Asta Cita Presiden RI melalui Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba (Bersinar), Jumat.

Narkotika Bermetamorfosis, Desa Harus Jadi Garda Terdepan

Khofifah mengingatkan, perkembangan narkotika yang semakin beragam dan bermetamorfosis menuntut kewaspadaan seluruh elemen masyarakat. Ancaman narkoba tidak hanya menimbulkan adiksi, tetapi juga merusak kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Menurutnya, desa harus menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai peredaran narkotika melalui sistem pencegahan berbasis komunitas.

BNN Apresiasi Komitmen Jatim

Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, mengapresiasi langkah konkret Pemprov Jatim dalam membentuk Desa Bersinar yang mencakup pencegahan, pemberantasan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur yang telah berkontribusi nyata melalui pembentukan Desa Bersinar, mulai dari pencegahan, pemberantasan bersama, hingga rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

BNN RI, lanjutnya, mengedepankan pendekatan rehabilitasi dan vokasional bagi mantan pengguna narkotika agar dapat kembali produktif dan memiliki penghasilan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengucilkan korban penyalahgunaan narkotika, melainkan merangkul serta mendukung proses pemulihan mereka.

Penguatan Layanan Rehabilitasi dan Edukasi

BNN RI membuka layanan pengaduan melalui call center 184 guna menerima laporan terkait peredaran narkoba maupun akses rehabilitasi.

Selain itu, penguatan dilakukan melalui:

  • Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di klinik dan rumah sakit

  • Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di desa dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan

  • Program Ananda Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersinar Narkoba)

Program tersebut diperkuat melalui Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) dengan memasukkan materi edukasi bahaya narkotika ke dalam mata pelajaran yang sudah ada tanpa menambah beban kurikulum.

8.494 Desa Jadi Kekuatan Strategis

Menteri Desa dan PDT, Yandri Susanto, menegaskan kolaborasi menjadi sangat strategis mengingat Jawa Timur memiliki 8.494 desa—terbanyak di Indonesia.

“Kalau desa-desa di Jawa Timur bebas dari narkoba, insya Allah Jawa Timur juga akan bebas dari narkoba. Ini bukan sekadar deklarasi, tetapi harus diikuti langkah nyata dan keberanian melawan peredaran narkoba,” ujarnya.

Dengan jumlah desa terbesar di Tanah Air, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis dalam membangun model nasional pemberantasan narkotika berbasis desa.

Deklarasi Desa Bersinar bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen kolektif memperkuat ketahanan sosial, membangun SDM unggul, serta mewujudkan Jawa Timur bersih narkoba secara berkelanjutan. (*)

Example 300250