Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Pemprov Jatim Dukung Riset Drone Jepang untuk Mitigasi Bencana, Siap Jadi Proyek Percontohan Nasional

17
×

Pemprov Jatim Dukung Riset Drone Jepang untuk Mitigasi Bencana, Siap Jadi Proyek Percontohan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.idPemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian dan pengembangan sistem pesawat tanpa awak (drone) untuk mitigasi dan penanggulangan bencana. Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono saat menerima audiensi Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute of Science di Kantor Sekdaprov Jatim, Senin (19/1/2026).

Jawa Timur Wilayah Rawan Bencana

Adhy menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung Feasibility Study on Unmanned Aerial System (UAS) Line Operations for Disaster Prevention and Mitigation, sebuah riset yang bertujuan meningkatkan efektivitas penanganan bencana berbasis teknologi drone dengan tingkat akurasi dan respons yang tinggi.

“Jawa Timur termasuk wilayah berisiko tinggi, khususnya bencana hidrometeorologis yang puncaknya terjadi pada Januari. Karena itu, kami membutuhkan drone untuk menanggulangi bencana dengan akurasi dan respon yang tinggi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat mendukung riset ini,” ujar Adhy.

Perkuat Kolaborasi Indonesia–Jepang

Menurut Adhy, adopsi teknologi kebencanaan dari Jepang bukan hal baru bagi Jawa Timur. Sebelumnya, Pemprov Jatim telah mengimplementasikan sistem koordinasi penanganan bencana melalui incident command center dan mobile command center yang diadaptasi dari Jepang.

Dengan adanya riset UAS Line Operations, ia berharap kerja sama antara Jawa Timur dan Jepang semakin kuat, terutama dalam penguatan sistem penanggulangan bencana berbasis data dan teknologi.

“Intinya kami selalu mendukung agar penanganan bencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berbasis data. Kami juga berharap teknologi ini pertama kali bisa diimplementasikan di Indonesia melalui Jawa Timur,” ungkapnya.

Potensi Multiguna dan Tantangan Regulasi

Selain untuk mitigasi dan penanganan bencana, teknologi UAS Line juga berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat sehari-hari, seperti pengantaran barang, pemantauan wilayah, hingga pengawasan lanskap.

Namun demikian, Adhy menekankan pentingnya penyiapan regulasi sebagai langkah awal, meliputi aturan penggunaan drone, penentuan rute penerbangan, hingga mekanisme operasional dalam kondisi darurat.

Drone Jepang Berjangkauan Hingga 40 Kilometer

Sementara itu, perwakilan Trajectory Co., Ltd., Kenji Koseki, mengapresiasi kolaborasi antara Pemprov Jatim, BRIN, dan Universitas Budi Luhur dalam penelitian tersebut.

Ia menjelaskan, di Jepang teknologi drone telah digunakan secara luas dengan jangkauan operasional hingga 40 kilometer dan ketinggian 150 meter, bahkan bisa lebih tinggi dengan izin khusus.

“Penggunaan drone di Jepang sudah lumrah, bukan hanya untuk kebencanaan tetapi juga kebutuhan sehari-hari. Saya yakin di Indonesia, khususnya Jawa Timur, teknologi ini bisa berkembang pesat. Yang terpenting saat ini adalah penetapan regulasi dan rute drone kebencanaan,” pungkas Kenji. *

Example 300250