Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Pemprov Jatim Luncurkan Program SIKAP, Tanamkan Ketahanan Pangan Sejak Bangku Sekolah

40
×

Pemprov Jatim Luncurkan Program SIKAP, Tanamkan Ketahanan Pangan Sejak Bangku Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SUMENEP | Sentrapos.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep meluncurkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) sebagai upaya memberikan pemahaman dini kepada siswa tentang pentingnya ketahanan pangan.

Program SIKAP dijadwalkan diluncurkan secara resmi pada Senin (26/1/2026) di Kediri dan diikuti serentak oleh seluruh sekolah di Jawa Timur melalui sistem daring.

Kepala Cabdindik Wilayah Sumenep Rusliy mengatakan, program SIKAP merupakan kebijakan strategis Khofifah Indar Parawansa yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan diteruskan oleh Cabdindik di masing-masing daerah.

“Program ini merupakan salah satu inisiatif Gubernur Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan dilanjutkan oleh seluruh Cabdindik se-Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Sumenep,” ujar Rusliy, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, pada momentum peluncuran program tersebut, pihaknya akan melibatkan satu sekolah di wilayah Sumenep untuk mengikuti kegiatan secara daring. Sekolah tersebut akan disapa langsung oleh Gubernur Jawa Timur dalam agenda peluncuran SIKAP.

Rusliy menambahkan, program SIKAP merupakan pengembangan dari program sebelumnya, yakni School Food Care (SFC), yang saat ini masih berjalan di SMA Negeri 3 Sumenep. Namun, cakupan SIKAP dinilai lebih luas dibandingkan SFC.

“Jika sebelumnya hanya mencakup sektor perikanan dan pertanian, maka dalam program SIKAP ini ditambah dengan sektor perkebunan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, program SIKAP akan melibatkan siswa yang dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok akan didampingi oleh guru pembina sesuai bidang yang ditekuni. Para siswa akan mendapatkan pembelajaran berbasis praktik, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga masa panen.

“Melalui program ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam pengelolaan ketahanan pangan,” kata Rusliy.

Untuk wilayah Kabupaten Sumenep, tercatat sebanyak 29 sekolah telah menyatakan kesiapan mengikuti program SIKAP, terdiri dari 10 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 19 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Program ini tidak bersifat wajib. Sekolah yang siap melaksanakan akan kami fasilitasi dan dampingi,” pungkasnya. (*)

Example 300250