SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan Jawa Timur berencana menambah dua koridor baru Bus Trans Jatim di wilayah Malang Raya pada tahun 2026. Namun, realisasi penambahan tersebut masih menunggu pengesahan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) yang dijadwalkan pada Juli 2026.
Kepala Dishub Jatim, Nyono, mengatakan rencana tersebut merupakan tindak lanjut arahan Khofifah Indar Parawansa untuk memperluas layanan transportasi publik massal yang terjangkau dan ramah lingkungan.
“Atas arahan Ibu Gubernur, kami memang berencana menambah dua koridor Bus Trans Jatim di Malang Raya. Namun, kami juga harus menyesuaikan dengan kondisi fiskal dan menunggu PAK. Semoga bisa terealisasi pada 2026 ini,” ujar Nyono di Surabaya, Senin (19/1/2026).
Minat Warga Tinggi, Load Factor Capai 90 Persen
Nyono mengungkapkan, tingkat keterisian penumpang (load factor) Bus Trans Jatim Koridor I Malang Raya saat ini mencapai sekitar 90 persen. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi publik berbasis bus tersebut.
“Load factor yang tinggi ini menjadi indikator kuat bahwa layanan Bus Trans Jatim dibutuhkan masyarakat Malang Raya,” jelasnya.
Operasional 2026 Aman, Tarif Tetap Terjangkau
Dishub Jatim memastikan operasional Bus Trans Jatim sepanjang tahun 2026 tetap berjalan normal tanpa kenaikan tarif. Saat ini, dari delapan koridor Bus Trans Jatim yang telah beroperasi, rata-rata melayani sekitar 23 ribu penumpang per hari.
“Operasional tahun 2026 aman. Masyarakat tetap bisa menikmati layanan Bus Trans Jatim dengan tarif yang sama,” tegas Nyono.
Target Perluasan Koridor di Seluruh Bakorwil Jatim
Selain Malang Raya, Dishub Jatim juga menargetkan pengembangan jaringan Bus Trans Jatim secara merata di seluruh wilayah Jawa Timur. Rencananya, setiap Bakorwil akan memiliki minimal satu koridor Bus Trans Jatim.
Lima Bakorwil di Jawa Timur meliputi:
-
Jember
-
Malang
-
Pamekasan
-
Madiun
-
Bojonegoro
Sementara itu, kawasan Gerbangkertosusila yang saat ini telah memiliki tujuh koridor, ditargetkan bertambah tiga koridor baru. Untuk Malang Raya sendiri, diharapkan meningkat dari satu koridor menjadi tiga koridor.
“Target kami, Gerbangkertosusila bertambah menjadi 10 koridor, Malang Raya menjadi tiga koridor, dan masing-masing Bakorwil memiliki satu koridor,” tandas Nyono.




















