SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur merevitalisasi dan merehabilitasi 51 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Lamongan dan Gresik dengan total anggaran mencapai Rp69,7 miliar.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus memperkuat dukungan lingkungan belajar bagi siswa.
“Kenapa kita perlu melakukan peresmian seperti ini meskipun formatnya sederhana, karena kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Surabaya, Kamis (5/3/2026).
Komitmen Menjaga Fasilitas Pendidikan
Menurut Khofifah, prasasti peresmian revitalisasi sekolah tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga pengingat penting bagi seluruh pihak agar menjaga fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah.
Ia meminta para kepala sekolah untuk aktif melakukan monitoring dan pengawasan agar sarana pendidikan tetap terawat dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa.
“Apa yang sudah kita bangun dan sudah saya tanda tangani prasastinya mohon dijaga. Ini juga bagian dari penguatan daya dukung lingkungan sekolah,” tegasnya.
Kebersihan Toilet Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti pentingnya kebersihan fasilitas sanitasi sekolah, khususnya toilet yang sering kali dianggap sepele.
Menurutnya, kebersihan toilet merupakan indikator penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman bagi siswa.
“Kami bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim mencari role model sekolah yang toiletnya bersih dan terpelihara dengan baik. Kebersihan harus diikuti dengan pemeliharaan yang baik,” ujarnya.
Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan
Selain pembangunan fisik, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang bertujuan memperkuat kemandirian sekolah melalui pengelolaan sumber daya lokal.
Saat ini program tersebut telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri dari:
-
60 sekolah di Kabupaten Gresik
-
15 sekolah di Kabupaten Lamongan
Program ini mendorong sekolah tidak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengembangkan keterampilan ketahanan pangan dan kemandirian siswa.
“Khusus Kabupaten Lamongan masih banyak yang perlu kita dorong agar Program SIKAP seimbang dengan jumlah dan luas lahan yang dimiliki sekolah,” kata Khofifah.
Total 51 Sekolah Direvitalisasi
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan program revitalisasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
“Dengan dukungan Ibu Gubernur, kami optimistis pendidikan Jawa Timur akan terus berkembang dan melahirkan generasi emas yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Aries menjelaskan bahwa total 51 satuan pendidikan mendapatkan program revitalisasi dan rehabilitasi dengan rincian:
Kabupaten Lamongan
-
19 SMA dengan anggaran Rp19,36 miliar
-
13 SMK dengan anggaran Rp22,13 miliar
-
1 SLB dengan anggaran Rp796 juta
Total anggaran untuk Lamongan mencapai Rp42,29 miliar.
Kabupaten Gresik
-
10 SMA dengan anggaran Rp8,6 miliar
-
9 SMK dengan anggaran Rp19,33 miliar
Total anggaran di Gresik mencapai Rp27,4 miliar.
Perbaikan Berbagai Fasilitas Sekolah
Revitalisasi tersebut mencakup berbagai pembangunan dan perbaikan fasilitas pendidikan, antara lain:
-
Ruang kelas dan ruang kelas baru
-
Laboratorium komputer dan laboratorium IPA




















