Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Pemprov Jatim Revitalisasi 52 SMA, SMK, dan SLB di Bojonegoro–Tuban, Perkuat Pendidikan Berkeadilan

25
×

Pemprov Jatim Revitalisasi 52 SMA, SMK, dan SLB di Bojonegoro–Tuban, Perkuat Pendidikan Berkeadilan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.idPemerintah Provinsi Jawa Timur merevitalisasi dan merehabilitasi 52 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Bojonegoro dan Tuban sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan menengah, vokasi, dan pendidikan khusus yang berkeadilan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa bantuan revitalisasi dan rehabilitasi tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah provinsi dalam menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja.

“Bantuan revitalisasi dan rehabilitasi ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan menengah dan pendidikan vokasi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masa depan,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya di Surabaya, Kamis.

Adapun sekolah yang direvitalisasi dan direhabilitasi terdiri dari 18 SMA, 25 SMK, dan 9 SLB, baik negeri maupun swasta, yang tersebar di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Dalam kunjungannya ke Bojonegoro, Gubernur Khofifah juga meresmikan sarana dan prasarana SMAN 2 Taruna Pamong Praja Jawa Timur, sebagai bagian dari penguatan sekolah berbasis asrama.

Khofifah menegaskan bahwa peresmian SMAN 2 Taruna Pamong Praja serta revitalisasi puluhan sekolah tersebut merupakan implementasi nyata Program Jatim Cerdas, yang menitikberatkan pada pendidikan berdampak.

“Fasilitas pendidikan yang memadai harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Sekolah berbasis asrama seperti ini lebih efektif dalam membangun karakter,” katanya.

Ia juga berpesan kepada wali asrama dan wali asuh agar menerapkan pola pengasuhan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang peserta didik, guna memitigasi berbagai dinamika sosial yang berkembang saat ini.

“Pola pengasuhan harus disesuaikan dengan tumbuh kembang anak, sehingga mereka mendapatkan pendampingan yang tepat secara akademik maupun karakter,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan ini bertujuan meningkatkan kualitas, kenyamanan, dan keamanan lingkungan belajar.

“Ini sejalan dengan arah kebijakan Ibu Gubernur tentang pendidikan berdampak, yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk watak dan ketangguhan generasi muda Jawa Timur,” jelas Aries.

Ia menambahkan, saat ini sekitar 50 persen sekolah di bawah naungan Pemprov Jatim masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Hingga kini, tercatat sekitar 550 sekolah di seluruh Jawa Timur telah mendapat sentuhan revitalisasi, termasuk di wilayah Bojonegoro dan Tuban.

“Yang sudah diperbaiki tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Program ini akan terus dilanjutkan secara bertahap,” pungkasnya. *