BANYUMAS | Sentrapos.co.id — Aktivitas pendakian di Gunung Slamet resmi ditutup total mulai Minggu (5/4/2026). Penutupan ini dilakukan menyusul lonjakan suhu kawah yang signifikan dan berpotensi memicu erupsi.
Keputusan tersebut diambil oleh pengelola bersama pihak terkait demi keselamatan para pendaki yang biasa beraktivitas di gunung tertinggi di Jawa Tengah itu.
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, menegaskan bahwa peningkatan suhu menjadi faktor utama penutupan.
“Karena ada peningkatan suhu di kawah yang signifikan, jadi itu berpotensi untuk erupsi. Demi keamanan pendaki, kami memutuskan penutupan pendakian,” ujarnya.
Seluruh Jalur Resmi Ditutup
Penutupan berlaku untuk seluruh jalur pendakian yang mengelilingi Gunung Slamet. Bahkan jalur via Kaliwadas yang sebelumnya masih dibuka, kini ikut ditutup total.
“Seluruh jalur lingkar Slamet ditutup, termasuk Kaliwadas yang sebelumnya masih dibuka,” jelasnya.
Langkah ini diambil setelah radius aman diperluas hingga 3 kilometer dari kawah. Dengan kondisi tersebut, aktivitas pendakian dinilai berisiko tinggi.
Suhu Kawah Naik Drastis
Berdasarkan data pemantauan, suhu kawah mengalami lonjakan drastis dalam dua hari terakhir:
- 3 April 2026: 411,2°C
- 4 April 2026: 464°C
Angka tersebut jauh di atas suhu normal yang biasanya berada di bawah 200°C.
“Normalnya di bawah 200 derajat, tapi ini naik drastis sejak Jumat,” ungkap Sugeng.
Meski demikian, status aktivitas Gunung Slamet saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Peningkatan aktivitas lebih dipicu oleh kenaikan suhu kawah yang tidak biasa.
Hingga Minggu pagi, kepulan asap putih masih terlihat dari kawah. Pihak pengelola memilih langkah antisipatif dengan menutup jalur hingga kondisi dinyatakan aman.
Imbauan untuk Pendaki
Pengelola mengimbau para pendaki untuk menunda rencana pendakian dan tidak memaksakan diri menggunakan jalur tidak resmi.
“Untuk calon pendaki, sebaiknya ditunda dulu. Jangan nekat mencari jalur alternatif,” tegasnya.
Pembukaan kembali jalur pendakian akan dilakukan setelah suhu kawah kembali stabil di bawah ambang normal. (*)
Poin Utama Berita
- Pendakian Gunung Slamet ditutup total mulai 5 April 2026
- Penutupan akibat lonjakan suhu kawah yang signifikan
- Suhu mencapai 464°C, jauh di atas normal
- Seluruh jalur pendakian resmi ditutup, termasuk via Kaliwadas
- Radius aman diperluas hingga 3 kilometer dari kawah
- Status Gunung Slamet masih Level II (Waspada)
- Pendaki diimbau menunda aktivitas dan tidak nekat
- Pembukaan kembali menunggu suhu kembali normal

















