Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Gelombang Penolakan Menguat, Warga Prigen Desak Hentikan Proyek Real Estate di Kawasan Hutan Arjuno

45
×

Gelombang Penolakan Menguat, Warga Prigen Desak Hentikan Proyek Real Estate di Kawasan Hutan Arjuno

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PASURUAN | Sentrapos.co.id – Gelombang penolakan terhadap rencana pembangunan real estate di kawasan hutan lereng Gunung Arjuno-Welirang terus menguat. Ribuan warga Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, turun ke jalan menyuarakan penolakan atas alih fungsi lahan seluas 22,5 hektar yang dinilai berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan warga.

Aksi yang digelar pada Minggu (29/3/2026) di kawasan Jalan Letkol Telwe Limas, Kelurahan Pecalukan itu berlangsung tertib namun penuh tekanan moral kepada pemerintah daerah dan pihak pengembang.

Warga menilai proyek yang digagas PT Stasionkota Saranapermai tersebut berpotensi merusak ekosistem kawasan hutan serta mengganggu fungsi vital sebagai daerah resapan air.

Koordinator aksi, Priya Kusuma, menegaskan bahwa masyarakat tidak akan tinggal diam terhadap proyek yang berpotensi menimbulkan bencana.

“Ini bukan sekadar soal pembangunan, tapi soal keselamatan ribuan warga. Kami menolak karena dampaknya nyata dan berbahaya,” tegasnya.

Menurut warga, perubahan konsep proyek menjadi “Pariwisata Alam Terpadu” tidak serta-merta menghilangkan risiko lingkungan. Justru, pembangunan di kawasan dengan kontur curam dan ketinggian lebih dari 800 mdpl dinilai tetap berbahaya.

Dalam pernyataan sikap bersama, warga menyampaikan lima tuntutan utama, mulai dari penolakan total proyek hingga desakan pencabutan izin yang telah diterbitkan.

“Kami mendesak pemerintah untuk menghentikan seluruh aktivitas proyek dan mengeluarkan moratorium pembangunan di kawasan lereng Gunung Arjuno,” bunyi pernyataan tersebut.

Tak hanya itu, warga juga meminta DPRD Kabupaten Pasuruan melalui panitia khusus (pansus) agar tidak mengabaikan aspirasi masyarakat dalam memberikan rekomendasi kepada kepala daerah.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa konflik antara kepentingan pembangunan dan kelestarian lingkungan di Pasuruan semakin memanas.

Warga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntutan mereka dipenuhi sepenuhnya.

“Kami akan terus bergerak. Keselamatan rakyat tidak bisa ditawar,” tegas perwakilan massa aksi. (*)


Poin Utama Berita

  • Ribuan warga Prigen gelar aksi tolak proyek real estate
  • Alih fungsi hutan 22,5 hektar jadi pemicu utama penolakan
  • Warga khawatir dampak ekologis: banjir dan longsor
  • Konsep “wisata alam terpadu” dinilai hanya pergantian istilah
  • Lima tuntutan warga: hentikan proyek hingga cabut izin
  • DPRD dan Bupati didesak berpihak pada masyarakat
  • Konflik pembangunan vs lingkungan semakin memanas