JAKARTA | Sentrapos.co.id – Arus mudik Lebaran 2026 mulai terlihat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Jumlah penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) tujuan berbagai daerah, khususnya Jawa Barat, tercatat meningkat signifikan sejak H-7 Idulfitri atau Sabtu (14/3/2026).
Peningkatan jumlah pemudik tersebut menandai mulai bergeraknya arus perjalanan masyarakat menuju kampung halaman menjelang hari raya.
Pelaksana Pengurus Bus Cahaya Bakti Utama, Endang Ruhyat, mengatakan lonjakan penumpang saat ini mencapai sekitar 75 persen dibandingkan hari biasa.
“Kalau sekarang baru sebatas meningkat sekitar 75 persen dibandingkan biasanya,” ujar Endang, Senin (16/3/2026).
Ia memperkirakan jumlah pemudik akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.
“Puncaknya nanti pada H-2 sampai H-1 Lebaran, bahkan bisa juga setelah Lebaran,” katanya.
PO Siapkan Armada Cadangan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, sejumlah perusahaan otobus (PO) telah menyiapkan armada tambahan berupa bus pariwisata.
Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan transportasi pemudik tetap terpenuhi ketika jumlah penumpang meningkat tajam menjelang Lebaran.
“Semua PO menyiapkan armada cadangan berupa bus pariwisata. Armada cadangan ini sengaja dipersiapkan bila penumpang melonjak tajam,” jelas Endang.
Selain jumlah penumpang yang meningkat, harga tiket bus juga mulai mengalami penyesuaian menjelang puncak arus mudik.
Untuk beberapa rute, kenaikan harga tiket masih berada dalam batas yang dianggap wajar.
“Jurusan Wado, misalnya, naik dari Rp120 ribu menjadi Rp150 ribu, tetapi ini masih tergolong normal,” ujarnya.
Lonjakan Penumpang Sudah Terjadi Sejak H-7
Komandan Regu I Terminal Kampung Rambutan, Asroza Yanuar, mengatakan lonjakan jumlah penumpang sebenarnya sudah mulai terlihat sejak akhir pekan lalu.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak hanya terjadi pada rute Jawa Barat, tetapi juga pada rute jarak jauh seperti Sumatra.
“Lonjakan penumpang sudah mulai terjadi sejak Sabtu 14 Maret 2026, terutama untuk bus tujuan Sumatra,” kata Asroza.
Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 17–18 Maret 2026, ketika jumlah pemudik diprediksi membludak ke berbagai daerah tujuan.
Beberapa rute favorit pemudik di antaranya Semarang, Yogyakarta, Pekalongan, dan Cirebon.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang tersebut, pihak terminal telah menyiapkan sekitar 250 armada bus reguler selama periode mudik Lebaran.
“Kami telah menyiapkan 250 armada reguler selama periode mudik Lebaran, ditambah armada cadangan dari perusahaan otobus,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, pengelola terminal berharap arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan tetap memberikan kenyamanan bagi para pemudik yang menggunakan transportasi bus. (*)




















