Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Perahu Pembawa Sound Horeg Tenggelam Saat Nyadran di Sidoarjo, Muatan Capai 1 Ton

22
×

Perahu Pembawa Sound Horeg Tenggelam Saat Nyadran di Sidoarjo, Muatan Capai 1 Ton

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO | Sentrapos.co.id – Sebuah perahu yang mengangkut sound horeg tenggelam saat prosesi tradisi Nyadran di Sungai Balongdowo, Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasat Polairud) Polresta Sidoarjo, Imam Yuwono, menjelaskan bahwa perahu yang telah dimodifikasi untuk mengangkut peralatan suara berukuran besar diduga tidak mampu menahan beban.

“Perahunya dua, digabung untuk membawa sound, speaker, dan genset. Salah satunya tidak kuat menahan getaran, akhirnya miring dan terbalik,” ujar AKP Imam Yuwono kepada wartawan, Senin (9/2/2026).

Muatan Sound Capai Satu Ton

Selain mengangkut peralatan sound system berkapasitas besar, perahu tersebut juga membawa sejumlah orang yang berjoget mengikuti alunan musik. Kondisi ini membuat keseimbangan perahu terganggu hingga akhirnya karam.

“Perkiraan berat sound saja sekitar satu ton. Ditambah yang naik mungkin sekitar 10 orang. Begitu miring, peralatan seperti lighting, genset, dan sound langsung dievakuasi,” jelas Imam.

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Seluruh peralatan berhasil diselamatkan karena peristiwa terjadi di lokasi yang relatif dekat dengan permukiman warga.

Imam mengungkapkan, kejadian perahu karam saat membawa sound horeg ini bukan yang pertama kali terjadi. Bahkan, insiden serupa telah berulang dalam beberapa tahun terakhir.

“Sudah tiga kali kejadian. Dua tahun sebelumnya juga sama, perahu sound horeg karam saat tradisi ini,” ungkapnya.

Menurut Imam, lokasi kejadian tahun ini lebih dekat ke perkampungan warga sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan lebih cepat dan aman dibanding kejadian tahun-tahun sebelumnya.

“Masih bisa diselamatkan karena dekat kampung. Kalau tahun lalu kejadiannya dekat muara,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Polsek Candi, Septiawan Adi Prihartono, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Untuk sementara seluruh peralatan sudah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa,” katanya.

Pihak kepolisian mengimbau agar pelaksanaan tradisi Nyadran yang melibatkan sound horeg di sungai ke depan lebih memperhatikan aspek keselamatan, khususnya terkait kapasitas dan kekuatan perahu.

“Kami mengimbau penyelenggara agar menggunakan perahu yang benar-benar kuat dan sesuai kapasitas untuk menopang bebannya, demi keselamatan bersama,” pungkas Septiawan. *

Example 300250