BEKASI | Sentrapos.co.id — Aksi perampokan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026) dini hari.
Komplotan pelaku yang diduga berjumlah empat orang membobol brankas penyimpanan uang SPBU dan membawa kabur uang hasil penjualan yang diperkirakan mencapai Rp100 juta hingga Rp130 juta.
Dalam aksi tersebut, lima pegawai SPBU menjadi korban penganiayaan dan penyekapan oleh para pelaku.
Pelaku Masuk Lewat Belakang SPBU
Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni menjelaskan, kejadian tersebut terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat melalui Call Center Polri 110 sekitar pukul 03.20 WIB.
“Para pelaku masuk ke area mess SPBU dengan cara merusak pintu dan mengancam korban menggunakan senjata tajam serta besi panjang,” ujar Sumarni.
Setelah berhasil masuk ke area mess karyawan, para pelaku kemudian mendatangi ruangan tempat beberapa pegawai sedang beristirahat.
Lima Pegawai Jadi Korban Kekerasan
Saat berusaha membobol brankas, para pelaku melakukan kekerasan terhadap para pegawai SPBU.
Salah satu korban berinisial M (62) sempat mencoba melawan para pelaku.
Namun ia justru diserang hingga mengalami luka pada tangan kiri dan kemudian diikat menggunakan lakban.
Korban lainnya berinisial B (49) juga mengalami kekerasan setelah ditendang dan dipukul oleh pelaku.
“Sedangkan korban lain, yakni A (24), M (44), dan H (53) ditutup kepalanya dengan selimut serta diikat menggunakan kabel, lakban, dan tali rafia,” jelas Sumarni.
Brankas Dirusak, Uang Ratusan Juta Dibawa Kabur
Setelah para pegawai tidak berdaya, para pelaku kemudian menuju brankas penyimpanan uang SPBU dan merusaknya.
Kapolsek Babelan Kompol Wito mengatakan uang yang dibawa kabur merupakan hasil penjualan SPBU.
“Perkiraan sekitar Rp100 juta sampai Rp130 juta yang diambil. Itu uang hasil penjualan yang ada di brankas,” ujar Wito.
Polisi Temukan Sejumlah Barang Bukti
Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan sejumlah barang bukti.
Beberapa barang yang ditemukan di lokasi antara lain brankas besi yang telah dirusak, pistol mainan, lakban hitam, kabel, serta tangga yang diduga digunakan pelaku untuk masuk melalui bagian belakang area SPBU.
Polisi juga menduga pelaku lebih dahulu merusak perangkat kamera pengawas (CCTV) sebelum menjalankan aksinya.
“CCTV dirusak, DVR-nya juga. Pelaku membawa pistol mainan, pedang, serta linggis untuk membongkar brankas,” kata Wito.
Polisi Buru Empat Pelaku
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.
Polisi menduga komplotan tersebut masuk ke area SPBU dengan memanjat pagar menggunakan tangga melalui bagian belakang lokasi.
“Sudah ada laporan dan kami telah melakukan cek TKP. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap kasus tersebut,” pungkas Wito.




















