JAKARTA | Sentrapos.co.id — Konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memanas setelah memasuki hari ke-13 sejak serangan gabungan Washington dan Tel Aviv ke Teheran pada 28 Februari 2026.
Korban jiwa akibat perang tersebut dilaporkan telah mencapai lebih dari 1.300 orang, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka dan dampak langsung dari bombardir di berbagai wilayah Iran.
Situasi terbaru menunjukkan konflik di kawasan Timur Tengah semakin meluas setelah serangan AS dan Israel menargetkan sebuah bank di ibu kota Teheran, yang kemudian memicu ancaman balasan dari Iran terhadap aset ekonomi Barat di kawasan tersebut.
Korban Tewas Lebih dari 1.300 Orang
Otoritas Iran melaporkan bahwa hingga Rabu (11/3/2026) hampir 10.000 warga terdampak serangan udara yang terjadi sejak konflik dimulai.
Berdasarkan data yang dirilis Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA), dari total korban tewas tersebut terdiri dari:
-
1.262 warga sipil
-
190 personel militer
Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring intensitas serangan yang terus berlangsung.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka
Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dilaporkan mengalami luka akibat serangan udara besar-besaran yang terjadi di Teheran.
Media pemerintah Iran menyebut Mojtaba mengalami luka dalam perang Ramadan, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi tersebut.
Sementara itu, laporan New York Times yang mengutip sejumlah pejabat Iran menyebutkan bahwa Mojtaba mengalami luka di bagian kaki namun masih dalam kondisi sadar.
“Dia mengalami luka termasuk di bagian kaki, tetapi tetap sadar dan berada di lokasi aman dengan akses komunikasi terbatas,” ujar sumber pejabat Iran.
Namun, Yousef Pezeshkian, anak Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyatakan kondisi Mojtaba saat ini dalam keadaan selamat.
“Terima kasih Tuhan, dia selamat dan sehat,” kata Yousef seperti dikutip AFP.
Iran Ancam Targetkan Bank AS dan Israel
Setelah serangan terhadap fasilitas ekonomi di Teheran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan siap membalas dengan menargetkan aset ekonomi Amerika Serikat dan Israel di Timur Tengah.
Komando operasi militer pusat Khatam Al Anbiya menegaskan bahwa bank dan pusat ekonomi yang berafiliasi dengan AS dan Israel akan menjadi target berikutnya.
“Musuh telah memberi kebebasan bagi kami untuk menargetkan pusat ekonomi dan bank yang terkait Amerika Serikat dan rezim Zionis,” ujar pernyataan militer Iran.
Selat Hormuz Memanas
Konflik ini juga memicu ketegangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.
Iran sebelumnya memutuskan menutup Selat Hormuz, yang berdampak besar terhadap stabilitas energi global.
Pada Rabu (11/3), tiga kapal dagang terkena proyektil tak dikenal di kawasan tersebut.
Kapal yang terdampak antara lain:
-
-
Mayuree Naree (berbendera Thailand)
-
One Majesty (berbendera Jepang)
-




















