Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISOTOMOTIFPERISTIWA

Perang Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Permintaan Mobil Listrik di Asia Melejit Tajam

36
×

Perang Iran Picu Lonjakan Harga Minyak, Permintaan Mobil Listrik di Asia Melejit Tajam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel memicu lonjakan harga minyak global dan berdampak langsung pada perubahan perilaku konsumen otomotif dunia.

Kenaikan harga energi tersebut kini mendorong lonjakan permintaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), khususnya di kawasan Asia, yang mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke teknologi ramah lingkungan.

Menurut laporan Japan Times, kondisi ini menjadi momentum bagi produsen kendaraan listrik seperti BYD yang mencatat peningkatan minat signifikan dari konsumen.

Di sejumlah showroom BYD di kawasan finansial Manila, Filipina, lonjakan permintaan terlihat jelas dalam beberapa pekan terakhir. Konsumen mulai beralih ke mobil listrik seiring meningkatnya harga bensin dan solar.

“Konsumen kini mempertimbangkan efisiensi biaya operasional. Mobil listrik menjadi pilihan karena lebih hemat di tengah kenaikan harga bahan bakar,” ungkap salah satu tenaga penjual.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada BYD, tetapi juga dialami berbagai merek otomotif lain, menandakan percepatan tren elektrifikasi kendaraan secara global.

Lonjakan Harga Minyak Dorong Perubahan Pasar

Konflik militer yang memanas di kawasan Timur Tengah telah mendorong harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus USD 110 per barel, level yang terakhir tercatat pada 2022.

Kenaikan ini berdampak luas, mulai dari meningkatnya biaya produksi kendaraan hingga ongkos distribusi industri otomotif global.

Selain itu, harga bahan bakar yang tinggi turut memengaruhi keputusan konsumen dalam memilih kendaraan. Mobil hemat energi seperti hybrid dan listrik kini lebih diminati dibandingkan kendaraan konvensional berukuran besar seperti SUV dan pickup.

“Kenaikan harga energi secara langsung mengubah preferensi konsumen. Kendaraan efisien kini menjadi prioritas utama,” demikian laporan dari Carscoops.

Kebijakan Pemerintah Percepat Elektrifikasi

Tren peningkatan kendaraan listrik juga didorong oleh kebijakan pemerintah di berbagai negara yang memberikan insentif tambahan bagi pengguna EV, sekaligus memperketat regulasi kendaraan berbahan bakar minyak.

Langkah ini semakin mempercepat transisi menuju kendaraan listrik, meskipun sebelumnya pasar sempat diprediksi melambat akibat pengurangan subsidi.

Ancaman Rantai Pasok Global

Di sisi lain, konflik di kawasan Teluk, terutama di jalur strategis Selat Hormuz, menimbulkan kekhawatiran terhadap gangguan rantai pasok global.

Gangguan di jalur distribusi energi ini berpotensi menciptakan efek domino terhadap berbagai sektor industri, termasuk otomotif, logistik, dan perdagangan internasional.

Situasi ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mempercepat transformasi besar dalam industri otomotif global menuju era elektrifikasi. (*)