TRENGGALEK | Sentrapos.co.id – Kerusakan ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang menghubungkan Trenggalek–Tulungagung, Jawa Timur, mulai diperbaiki oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah menargetkan proses perbaikan rampung sebelum H-10 Lebaran 2026 guna memastikan kelancaran arus mudik.
Perbaikan difokuskan pada sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah di sepanjang jalur tersebut.
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Timur, Andhika Tommy Ardiansyah, mengatakan pembenahan dilakukan dengan metode patching atau tambal sulam aspal pada bagian jalan yang rusak.
“Sekarang sedang proses perbaikan. Ada perbaikan patching aspal, kemudian targetnya H-10 Insyaallah sudah selesai,” kata Tommy, Jumat (6/3/2026).
Kerusakan Jalan Capai 15 Kilometer
Menurut Tommy, kerusakan jalan pada jalur strategis selatan Jawa Timur itu tergolong cukup banyak dan tersebar di sejumlah titik.
Kerusakan terjadi mulai dari Kecamatan Watulimo di Kabupaten Trenggalek hingga Kecamatan Besuki di Kabupaten Tulungagung.
Total panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan dan tengah diperbaiki diperkirakan mencapai sekitar 15 kilometer.
Selain kerusakan berupa aspal mengelupas dan berlubang, petugas juga menemukan beberapa titik penurunan elevasi badan jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Penanganan Permanen Masih Tunggu Anggaran
BBPJN mengakui bahwa beberapa kerusakan berupa penurunan struktur jalan belum dapat diperbaiki secara permanen karena masih menunggu alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
Meski demikian, pihaknya tetap melakukan penanganan sementara agar kondisi jalan tidak semakin parah dan tetap aman dilalui kendaraan.
“Kami sedang menunggu anggaran secara permanen, tetapi kami pastikan bahwa penurunan longsoran tersebut tidak berlanjut. Kami hanya mempertahankan elevasinya supaya kendaraan tetap bisa melintas secara fungsional,” jelas Tommy.
Penyebab Jalan Ambles
Amblesnya sebagian ruas jalan nasional di jalur Pansela tersebut disebabkan oleh air bawah tanah yang tidak terdeteksi saat proses pembangunan jalan.
Air tersebut berasal dari infiltrasi atau rembesan air dari aliran di sekitar lokasi, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Akibatnya, struktur pondasi jalan mengalami gangguan sehingga terjadi penurunan elevasi badan jalan.
Untuk penanganan permanen, BBPJN mengusulkan pemasangan subdrain atau saluran drainase bawah tanah guna menangkap aliran air yang masuk ke badan jalan.
“Treatment-nya akan dipasang subdrain. Itu juga termasuk dalam usulan anggaran sekitar Rp60 miliar yang sedang kami ajukan,” ungkapnya.
Subdrain nantinya akan dipasang di kaki lereng bawah galian untuk menahan dan mengalirkan air agar tidak merusak struktur jalan.
Antisipasi Kerusakan Jalan di Jalur Selatan
Selain pada ruas Trenggalek–Tulungagung, BBPJN juga berencana menerapkan metode serupa pada titik-titik kerusakan lain di jalur Pansela yang memiliki indikasi penyebab serupa.
“Banyak titik kerusakan jalan yang muncul karena rembesan air. Karena itu pemasangan subdrain juga akan dilakukan di lokasi lain dengan kondisi serupa,” tambah Tommy.
Perbaikan jalur Pansela ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sekaligus memastikan kelancaran arus mudik Lebaran 2026 di wilayah selatan Jawa Timur. (*)




















