Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASI & PEMERINTAHANEKONOMI & BISNISNASIONAL

Pertamina Siaga Ketegangan Timur Tengah, Diversifikasi Impor Energi untuk Jaga Ketahanan Pasokan Nasional

88
×

Pertamina Siaga Ketegangan Timur Tengah, Diversifikasi Impor Energi untuk Jaga Ketahanan Pasokan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – PT Pertamina menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi distribusi energi global, terutama di jalur strategis Strait of Hormuz.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan perusahaan telah melakukan berbagai langkah mitigasi risiko, salah satunya dengan membuka sumber impor energi alternatif dari berbagai wilayah dunia.

“Tentunya kami sudah mengantisipasi dengan mencari sumber pasokan lain agar ketahanan stok energi nasional tetap terjaga dengan baik,” ujar Simon.

Diversifikasi Sumber Impor Energi

Menurut Simon, Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Pertamina telah melakukan diversifikasi sumber impor minyak dan energi dari sejumlah kawasan lain.

Beberapa wilayah yang menjadi alternatif sumber pasokan energi antara lain Afrika, Amerika Serikat, serta berbagai negara produsen lainnya.

“Sumber energi kita tidak hanya dari Timur Tengah. Ada juga dari Afrika, Amerika Serikat, dan beberapa wilayah lain,” jelasnya.

Langkah diversifikasi ini menjadi bagian dari strategi Pertamina untuk memastikan stabilitas pasokan energi nasional apabila terjadi gangguan distribusi akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Selat Hormuz Jalur Vital Perdagangan Energi

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Sebagian besar pengiriman minyak mentah dari negara-negara produsen Timur Tengah melewati jalur tersebut.

Data pemerintah menunjukkan sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia dikirim melalui rute tersebut.

Ketegangan di kawasan ini sempat memicu gangguan pelayaran, sehingga sejumlah perusahaan energi global, termasuk Pertamina, mulai menyiapkan jalur pasokan alternatif.

Dua Kapal Tanker Masih di Teluk Arab

Langkah mitigasi tersebut juga berkaitan dengan kondisi dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.

Kedua kapal tersebut adalah VLCC Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK dan kapal Gamsunoro yang dioperasikan oleh Synergy Ship Management.

Berdasarkan laporan PIS, kapal Pertamina Pride telah menyelesaikan proses pemuatan minyak dan saat ini berlabuh di Ras Tanura, Arab Saudi.

Sementara itu, kapal Gamsunoro masih menjalani proses pemuatan di Khor al Zubair, Irak.

Example 300250