JAKARTA | Sentrapos.co.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, permintaan kue kering khas Lebaran mengalami lonjakan signifikan. Tradisi menyajikan kue bagi tamu saat Lebaran membuat banyak pelaku usaha kebanjiran pesanan sejak awal Ramadan.
Salah satu pengusaha yang merasakan lonjakan permintaan tersebut adalah Herawati, pelaku usaha kue kering asal Serang, Banten. Ia mengaku pesanan tahun ini meningkat tajam dibanding hari biasa.
“Tahun ini pesanan hampir mencapai seribu toples,” ujar Herawati saat diwawancarai Pro 3 RRI, Sabtu (14/3/2026).
Permintaan Meningkat Sejak Awal Ramadan
Herawati yang telah menekuni usaha kue kering selama lebih dari 20 tahun mengatakan permintaan biasanya mulai berdatangan sejak awal Ramadan.
Namun lonjakan pesanan paling terasa ketika memasuki dua minggu menjelang Lebaran, saat masyarakat mulai mempersiapkan hidangan untuk menjamu tamu.
Menurutnya, kue kering menjadi salah satu menu wajib di meja tamu saat Hari Raya Idul Fitri.
Nastar dan Kastengel Jadi Favorit
Dalam usahanya, Herawati menyediakan sekitar sepuluh jenis kue kering untuk pelanggan. Namun beberapa jenis kue menjadi favorit pembeli setiap tahun.
“Yang paling laris itu nastar, kastengel, dan sagu keju,” jelasnya.
Kue-kue tersebut dikenal sebagai menu klasik Lebaran yang hampir selalu hadir di setiap rumah saat perayaan Idul Fitri.
Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Baku
Untuk menjaga stabilitas produksi, Herawati mengaku telah menyiapkan stok bahan baku sejak sebelum Ramadan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan baku seperti tepung dan mentega yang biasanya terjadi menjelang Lebaran.
Dengan persiapan tersebut, proses produksi kue dapat berjalan lancar meskipun pesanan meningkat tajam.
Dibantu Enam Karyawan
Dalam menjalankan usaha rumahan tersebut, Herawati dibantu oleh enam orang karyawan yang bekerja setiap hari menyiapkan pesanan pelanggan.
Meski proses pembuatan kue kering cukup melelahkan, ia mengaku tetap menikmati pekerjaannya karena sudah menjadi bagian dari kesehariannya.
“Memang melelahkan, tapi karena sudah suka membuat kue jadi tetap menyenangkan,” katanya sambil tersenyum.
Tips Kue Kering Renyah dan Tahan Lama
Herawati juga membagikan tips sederhana agar kue kering yang dibuat renyah dan tahan lama.
“Tepungnya harus disangrai terlebih dahulu dan gunakan bahan berkualitas,” ungkapnya.
Kue kering produksi Herawati dijual dengan harga mulai Rp65 ribu per toples, dengan pilihan kemasan 600 gram hingga 800 gram.
Lonjakan permintaan kue kering menjelang Lebaran ini menunjukkan bahwa industri kuliner rumahan masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan, terutama saat musim perayaan hari besar keagamaan. (*)




















