Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Pesawat Militer AS KC-135 Jatuh di Irak Saat Operasi Epic Fury, 4 Awak Tewas dan 2 Masih Dicari

71
×

Pesawat Militer AS KC-135 Jatuh di Irak Saat Operasi Epic Fury, 4 Awak Tewas dan 2 Masih Dicari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BAGHDAD | Sentrapos.co.id – Sebuah pesawat militer Amerika Serikat (AS) jenis KC-135 Stratotanker dilaporkan jatuh di wilayah Irak bagian barat, menewaskan sedikitnya empat awak pesawat, sementara dua awak lainnya masih dalam proses pencarian dan penyelamatan.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (12/3/2026) waktu setempat. Pesawat yang berfungsi sebagai pesawat pengisian bahan bakar di udara (air refueling) itu diketahui membawa enam awak ketika kecelakaan terjadi.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau CENTCOM mengonfirmasi bahwa empat awak pesawat telah dinyatakan meninggal dunia.

“Empat dari enam awak pesawat telah dikonfirmasi meninggal dunia, sementara upaya penyelamatan masih berlangsung,” demikian pernyataan resmi CENTCOM, Jumat (13/3/2026).

Hingga saat ini, identitas para korban tewas belum diumumkan kepada publik. Militer AS menyatakan pengungkapan identitas korban akan dilakukan setelah keluarga terdekat menerima pemberitahuan resmi.

Menurut keterangan CENTCOM, pesawat militer tersebut tidak jatuh akibat tembakan musuh maupun insiden friendly fire.

Militer AS menjelaskan bahwa insiden tersebut melibatkan dua pesawat militer yang berada dalam satu operasi udara. Dari dua pesawat tersebut, satu pesawat jatuh di Irak bagian barat, sementara pesawat lainnya berhasil mendarat dengan selamat.

“Situasi seputar insiden tersebut sedang diselidiki. Namun, jatuhnya pesawat tersebut bukan karena tembakan musuh atau friendly fire,” tegas CENTCOM.

Peristiwa ini terjadi di wilayah yang disebut sebagai “wilayah udara sekutu”, saat berlangsungnya Operation Epic Fury, yaitu operasi militer Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran yang telah berjalan sejak 28 Februari 2026.

Dalam operasi tersebut, Amerika Serikat mengerahkan sejumlah aset militer dan pasukan di pangkalan-pangkalan yang berada di Irak, sebagai bagian dari penguatan operasi militer di kawasan Timur Tengah.

Hingga kini, penyebab pasti jatuhnya pesawat KC-135 tersebut masih dalam penyelidikan oleh otoritas militer Amerika Serikat.

Perkembangan insiden ini terus dipantau karena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan sejumlah negara dan operasi militer internasional.

(*)