Pesta Gay Di Surabaya Ada Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus PPPK Pemkab Sidoarjo
Surabaya | Sentrapos.co.id - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Pemkab Sidoarjo ikut tericiduk dalam penggerebekan pesta gay yang dilakukan Polrestabes Surabaya dan Polsek Wonokromo di sebuah hotel kawasan Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya. Total 34 orang diamankan dalam kasus itu dan semuanya kini berstatus tersangka.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Fenny Apridawati menjelaskan, ASN yang turut terciduk dalam penggerebekan pesta gay di sebuah hotel di Surabaya itu baru enam bulan bertugas di Sekretariat Daerah Pemkab Sidoarjo. Statusnya PPPK, bukan PNS. “Sebelumnya honorer di salah satu SD Sidoarjo,” katanya kepada Sentra, Selasa, 21 Oktober 2025, malam. Karena terbelit kasus, Fenny mengaku sudah mengirimkan laporan secara resmi kepada Bupati Sidoarjo Subandi untuk menyikapi itu. “[Surat tersebut] tembusan ke Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah untuk tindak lanjutnya," tandas Fenny.
Seperti diketahui, petugas Sat Samapta Polrestabes Surabaya bersama Polsek Wonokromo menggerebek kamar sebuah hotel di Ngagel, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, pada Sabtu, 18 Oktober 2025, malam.
Saat digerebek, polisi menemukan sebanyak 34 pria yang tengah berpesta hubungan sesama jenis alias gay. Saat pendataan, satu peserta diketahui sebagai ASN yang bertugas di Pemkab Sidoarjo. Pegawai dimaksud diketahui sebagai ASN kala Kasat Samapta Polrestabes Surabaya AKBP Erika Purwana Putra menanyakan pekerjaan pria tersebut. “[ASN] Golongan 3,” ucap pria tersebut menjawab pertanyaan Erika seperti tergambar dalam video yang beredar.
Penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah menetapkan ke-34 pria yang terciduk pesta gay sebagai tersangka. Kepala Satreskrim AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, peran mereka dalam kasus tersebut berbeda-beda. Terbagi menjadi empat klaster. “Yaitu klaste pendana, klaster admin utama, dan klaster pembantu dan peserta,” kata Edy pada Selasa kemarin. Kasus pesta gay tersebut jadi sorotan dan memantik tanggapan banyak pihak. Kepala Satpol PP Surabaya Achmad Zaini menegaskan, setelah kasus tersebut, pihaknya bersama kepolisian akan meningkatkan pengawasan terhadap semua hotel yang tersebar di Kota Surabaya. (*)










