PURWAKARTA | Sentrapos.co.id — Suasana bahagia pesta pernikahan di Kampung Cikadu, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (4/4) sore. Tuan rumah atau pemangku hajat, Dadang (57 tahun), dikeroyok sekelompok preman hingga meninggal dunia.
Peristiwa tragis itu terjadi saat acara hiburan organ tunggal di pernikahan anak korban. Berdasarkan laporan, sekitar 10 orang pelaku datang sekitar pukul 14.00 WIB dalam kondisi mabuk dan menuntut uang Rp 500 ribu untuk membeli minuman keras.
“Korban sebelumnya telah memberikan uang Rp 100 ribu, tetapi menolak permintaan pelaku yang memicu emosi mereka hingga keributan pecah,” ujar Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, dikutip Minggu (5/4).
Keributan itu berujung pengejaran hingga korban keluar tenda, di mana Dadang dikeroyok. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.
Salah satu pelaku, Kendi Renaldi (34 tahun), telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta. Polisi terus memburu pelaku lain yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
“Kami masih melakukan pendalaman serta pencarian terhadap pelaku lainnya,” tambah Enjang.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan masyarakat setempat dan menyoroti isu keamanan acara publik serta penegakan hukum terhadap kelompok preman yang meresahkan warga. (*)
Poin Utama Berita
- Tuan rumah, Dadang (57), dikeroyok preman hingga meninggal di pesta pernikahan Purwakarta
- Sekitar 10 orang pelaku datang dalam kondisi mabuk dan menuntut uang untuk miras
- Korban sebelumnya menolak permintaan pelaku setelah memberikan sebagian uang
- Salah satu pelaku, Kendi Renaldi (34), telah menyerahkan diri
- Polisi masih memburu pelaku lainnya dan menyelidiki kasus ini
- Insiden menimbulkan keprihatinan publik terkait keamanan acara hajatan dan aksi premanisme

















