Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHHUKUM & KRIMINALPERISTIWA

Petaka Judi Online: Depresi Kalah Rp 50 Juta, Pemuda 22 Tahun di Bali Nekat Gantung Diri

102
×

Petaka Judi Online: Depresi Kalah Rp 50 Juta, Pemuda 22 Tahun di Bali Nekat Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Depresi Kalah Rp 50 Juta, Pemuda 22 Tahun di Bali Nekat Gantung Diri (Foto Kumparan.com)
Depresi Kalah Rp 50 Juta, Pemuda 22 Tahun di Bali Nekat Gantung Diri (Foto Kumparan.com)
Example 468x60

NUSA PENIDA | SENTRAPOS.CO.ID – Jerat candu judi online (judol) kembali menelan korban jiwa. Seorang pemuda berinisial MA (22), ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi gantung diri di toilet mes tempatnya bekerja di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, pada Jumat (13/3) malam sekitar pukul 20.15 WITA.

Korban yang berprofesi sebagai sopir toko bangunan ini diduga kuat nekat mengakhiri hidupnya lantaran depresi berat setelah menelan kekalahan dan kerugian hingga Rp 50 juta dari arena judi online.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, membenarkan adanya insiden tragis tersebut. Pihaknya menyatakan bahwa korban diduga mengalami tekanan psikologis yang sangat berat sebelum memutuskan gantung diri.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban sebelumnya sempat menyampaikan mengalami kerugian akibat permainan judi online sekitar Rp 50 juta, yang diduga menimbulkan tekanan psikologis terhadap korban,” tegas Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Sabtu (14/3).

Sempat Curhat dan Berjanji Berhenti

Berdasarkan kronologi yang dihimpun pihak kepolisian, pada hari kejadian sekitar pukul 16.00 WITA, korban MA sempat mencurahkan isi hatinya (curhat) kepada atasannya yang berinisial NIS. Kepada bosnya itu, korban mengaku frustrasi akibat kekalahan beruntun bermain judol.

Mendengar pengakuan tersebut, NIS bertindak bijak dengan menasihati korban agar segera berhenti bermain judi online dan kembali fokus mencari nafkah. Saat itu, korban sepakat dan berjanji kepada atasannya untuk tidak menyentuh judi online lagi. Usai perbincangan itu, NIS meminta korban menjaga toko bangunan seperti biasa.

Menjelang malam, sekitar pukul 20.00 WITA, NIS membelikan nasi goreng untuk korban dan memintanya tetap memantau situasi toko, karena NIS hendak bersiap-siap untuk pergi bersembahyang.

Detik-Detik Penemuan Korban

Kecurigaan muncul ketika NIS hendak naik ke mobil dan menyadari bahwa korban sudah tidak berada di area toko. Merasa janggal, NIS memanggil nama korban berulang kali dan berinisiatif mencarinya hingga ke area mes karyawan.

Langkah NIS terhenti di kamar mandi mes. Ia panik bukan kepalang saat mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung kaku. Ia pun spontan berteriak meminta pertolongan karyawan lain untuk menurunkan tubuh korban dan melarikannya ke rumah sakit terdekat.

Nahas, nyawa pemuda 22 tahun itu tak tertolong. Setibanya di rumah sakit, tim dokter menyatakan bahwa MA telah meninggal dunia. Kasus ini pun langsung ditangani oleh jajaran kepolisian setempat.

“Berdasarkan kondisi korban saat ditemukan di TKP, keterangan para saksi, dan hasil pemeriksaan awal dari pihak medis, korban diduga meninggal dunia akibat gantung diri. Namun, untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, kami masih menunggu proses penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Iptu Purnawibawa.

Kejadian ini menjadi alarm keras sekaligus edukasi bagi masyarakat luas tentang bahaya destruktif dari judi online yang tidak hanya menguras harta benda, tetapi juga mengancam kesehatan mental hingga memicu hilangnya nyawa. (*)

(Catatan Redaksi: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda atau orang di sekitar Anda merasakan gejala depresi atau kecenderungan bunuh diri, segera hubungi layanan psikologi, psikiater, atau klinik kesehatan mental terdekat.)

Example 300250