Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHINVESTIGASI & SOROTPERISTIWA

Ribuan Pikap Impor India Tetap Disalurkan ke Kopdes Merah Putih, Pemerintah Akui Tuai Kontroversi

27
×

Ribuan Pikap Impor India Tetap Disalurkan ke Kopdes Merah Putih, Pemerintah Akui Tuai Kontroversi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | SENTRAPOS.CO.ID – Ribuan unit kendaraan pikap impor asal India yang telah masuk ke Indonesia dipastikan tetap akan disalurkan untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Kepastian ini disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, yang menyebut keputusan tersebut diambil karena proses impor sudah terlanjur dilakukan.

“Karena sudah telanjur impor dan jumlahnya masih ribuan, maka akan digunakan untuk operasional koperasi desa yang sudah siap,” ujar Ferry, dikutip Senin (30/3/2026).

Fokus untuk Operasional Koperasi Desa

Ferry menjelaskan, kendaraan tersebut akan diberikan kepada koperasi yang telah memiliki kesiapan infrastruktur, seperti gudang, gerai, serta fasilitas pendukung lainnya.

Setiap koperasi nantinya akan memperoleh satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor untuk memperlancar distribusi barang dari dan ke desa.

Saat ini, sekitar 2.400 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah menerima distribusi kendaraan operasional tersebut.

Impor Picu Kritik Industri Otomotif

Kebijakan impor ini menuai sorotan karena dinilai tidak berpihak pada industri otomotif dalam negeri yang tengah mengalami penurunan penjualan.

Ferry mengakui, idealnya kebutuhan kendaraan operasional dipenuhi dari produksi lokal. Namun, keterbatasan pasokan menjadi alasan pemerintah membuka opsi impor.

“Seharusnya memang memprioritaskan industri dalam negeri, tetapi jika kurang, kita diperbolehkan mengambil dari negara mana pun,” jelasnya.

Rencana Impor Capai 105 Ribu Unit

Sebelumnya, PT Agrinas Pangan Nusantara merencanakan impor hingga 105 ribu unit kendaraan pikap dari India.

Kendaraan tersebut berasal dari dua produsen besar, yakni Mahindra dan Tata Motors.

Rinciannya:

  • 35.000 unit Mahindra Scorpio Pick Up
  • 35.000 unit Tata Yodha Pick Up
  • 35.000 unit Tata Ultra T.7 Light Truck

Namun rencana impor dalam jumlah besar tersebut memicu polemik di tengah kondisi industri otomotif nasional yang sedang lesu.

Pemerintah Libatkan Industri Dalam Negeri

Pemerintah kini mulai melakukan koordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Langkah ini dilakukan untuk memenuhi sisa kebutuhan kendaraan Kopdes Merah Putih yang diproyeksikan mencapai lebih dari 80 ribu unit secara bertahap.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara percepatan program koperasi desa dan keberlangsungan industri otomotif nasional. (*)


Poin Utama Berita

  • Ribuan pikap impor India tetap digunakan untuk Kopdes Merah Putih
  • Pemerintah akui impor dilakukan karena sudah terlanjur
  • Sekitar 2.400 koperasi telah menerima distribusi kendaraan
  • Setiap koperasi mendapat truk, pikap, dan motor operasional
  • Kebijakan impor menuai kritik dari industri otomotif nasional
  • Rencana impor total mencapai 105 ribu unit kendaraan
  • Pemerintah mulai libatkan industri dalam negeri untuk pemenuhan selanjutnya
  • Fokus menjaga distribusi logistik desa tetap berjalan