SURABAYA | Sentrapos.co.id – PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Roda 2 (SPKLU R2) di sejumlah daerah, antara lain Jember, Malang, dan Gresik. Langkah ini dilakukan untuk mendukung program becak listrik sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan listrik di daerah.
General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menegaskan kesiapan PLN dalam menyediakan infrastruktur kelistrikan guna memastikan operasional becak listrik berjalan optimal.
“PLN siap mendukung dari sisi infrastruktur kelistrikan agar becak listrik ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pengemudi,” ujarnya di Surabaya, Sabtu.
Ia menambahkan, pengoperasian SPKLU R2 menjadi bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan pelayanan listrik sekaligus mendukung transisi energi bersih melalui pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Konvoi Becak Listrik dan Edukasi Pengisian Daya
Peresmian SPKLU R2 di Jember ditandai dengan konvoi perdana becak listrik yang mengelilingi Kota Jember. Kegiatan tersebut dirangkai dengan edukasi penggunaan SPKLU melalui pembelian token di aplikasi PLN Mobile.
Selain itu, PLN juga menyerahkan bantuan sembako dan helm keselamatan kepada 50 pengemudi becak sebagai bagian dari kegiatan sosial.
Program ini bertujuan memperkenalkan becak listrik sebagai moda transportasi yang hemat biaya operasional, ringan digunakan, efisien, dan ramah lingkungan.
PLN mendorong pengembangan serupa di Malang, Gresik, dan Situbondo karena kehadiran becak listrik dinilai memberi manfaat ganda, baik dari sisi inovasi teknologi maupun peningkatan kenyamanan kota dan sektor pariwisata.
Dukungan Kepala Daerah
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menilai kendaraan tanpa polusi suara dan emisi akan menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan, khususnya di kawasan bersejarah.
“Becak listrik membuat wisata heritage lebih nyaman dan estetik karena bebas polusi,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik, Fandi Ahmad, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam membantu pengemudi becak melalui program ini.
“Program ini sangat membantu para pengemudi becak di Gresik yang sebagian besar sudah berusia lanjut sehingga mereka dapat bekerja dengan lebih ringan, aman, dan tetap produktif,” katanya.
Dampak Langsung bagi Pengemudi
Salah satu penerima bantuan di Jember, Sidiq, mengaku terbantu dengan kehadiran becak listrik dan fasilitas SPKLU R2. Ia telah menjadi tukang becak selama 30 tahun dan merasakan perbedaan signifikan dibandingkan becak manual.
“Sudah 30 tahun menjadi tukang becak, dulu manual ngos-ngosan, sekarang lebih enak dan ringan,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi bagian dari transformasi transportasi ramah lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil di Jawa Timur. *




















