PEKANBARU | Sentrapos.co.id – Tim gabungan Kepolisian Daerah Riau bersama Kepolisian Resor Pelalawan menangkap terduga pelaku pembunuhan gajah Sumatera yang sebelumnya ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan di wilayah Kabupaten Pelalawan.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, membenarkan adanya penangkapan tersebut beserta sejumlah barang bukti. Rincian lengkap kasus akan disampaikan dalam konferensi pers resmi.
“Insya Allah hari Selasa besok akan kami ekspos terkait kematian atau pembunuhan atau penembakan terhadap gajah ini,” ujarnya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Minggu.
Barang Bukti Diamankan
Dari tangan terduga pelaku, aparat mengamankan potongan gading, senjata api laras panjang, serta sejumlah butiran peluru. Kapolda memastikan perkara ini akan diusut tuntas hingga ke akar.
“Setiap jejak meninggalkan cerita, dan setiap cerita meninggalkan bukti. Kami akan usut tuntas hingga ke akar-akarnya,” tegasnya.
Kronologi Penemuan Bangkai Gajah
Sebelumnya, seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) ditemukan mati pada 2 Februari 2026 di Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, tepatnya di area konsesi hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper.
Dokter hewan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Rini Deswita, mengungkapkan hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan gajah tersebut ditembak pada bagian dahi.
“Proyektil masih berada di tengkorak, dan tengkorak masih menyatu dengan leher,” jelasnya.
Bagian depan kepala, termasuk dahi, mata, hidung, dan gading, hilang akibat dipotong menggunakan senjata tajam. Belalai juga ditemukan terpisah. Pelaku diduga memotong sebagian kepala untuk mengambil gading yang panjangnya lebih dari satu meter.
Ancaman Perburuan Satwa Dilindungi
Gajah Sumatera merupakan satwa dilindungi dan berstatus kritis. Kasus ini kembali menjadi alarm keras atas ancaman perburuan liar di wilayah Riau, termasuk kawasan sekitar Taman Nasional Tesso Nilo yang dikenal sebagai habitat penting gajah Sumatera.
Aparat penegak hukum bersama instansi konservasi diharapkan memperkuat pengawasan serta penindakan terhadap jaringan perdagangan satwa liar ilegal guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)




















