Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Polemik Akses Perumahan Mutiara Regency Sidoarjo Berujung Pembongkaran Pagar, Warga Protes dan Lapor Polisi

28
×

Polemik Akses Perumahan Mutiara Regency Sidoarjo Berujung Pembongkaran Pagar, Warga Protes dan Lapor Polisi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SIDOARJO | Sentrapos.co.id — Polemik akses jalan di Perumahan Mutiara Regency, Kabupaten Sidoarjo, berujung pada pembongkaran pagar tembok yang selama ini menjadi pembatas kawasan perumahan tersebut. Pembongkaran dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sidoarjo pada Kamis (29/1/2026).

Pantauan di lokasi, ratusan personel Satpol PP dikerahkan dengan pengawalan ketat, disertai penggunaan alat berat untuk merobohkan pagar tembok yang merupakan bagian dari sistem satu pintu (one gate system) perumahan.

Sejumlah warga Perumahan Mutiara Regency sempat menolak pembongkaran dan berupaya mempertahankan pagar, dengan alasan tembok tersebut merupakan bagian dari konsep awal perumahan saat dipasarkan kepada penghuni. Namun, upaya penolakan tersebut tidak mampu menghentikan proses pembongkaran karena banyaknya petugas yang berjaga.

Situasi di lapangan sempat memanas. Aksi protes warga berujung adu dorong antara warga dan petugas Satpol PP. Bahkan, satu orang warga dilaporkan mengalami luka di bagian kepala.

Tidak terima atas insiden tersebut, warga yang mengalami luka dibantu penghuni lainnya melaporkan kejadian ke Polresta Sidoarjo. Meski sempat terjadi ketegangan, proses pembongkaran tetap dilanjutkan hingga pagar tembok akses tersebut roboh sepenuhnya.

Salah satu warga, Nining, menyampaikan kekecewaannya atas pembongkaran pagar yang dinilai dilakukan secara sepihak tanpa kesepakatan dengan penghuni lama.

“Kalau pagar ini dibuka, ini bukan lagi perumahan one gate. Kami kecewa karena tidak ada kesepakatan dengan warga. Tiba-tiba dibongkar seperti ini,” ujarnya.

Menurut Nining, dibukanya akses tersebut mengubah karakter perumahan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai kawasan hunian tertutup dan relatif aman.

“Kami sudah tinggal di perumahan ini selama 22 tahun. Dari awal konsepnya memang satu pintu. Kami membeli rumah di sini karena sistemnya one gate, jadi lebih aman dan tertutup,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memfasilitasi dialog lanjutan untuk mencari solusi yang adil dan mempertimbangkan kepentingan penghuni lama, sekaligus kebutuhan akses lingkungan sekitar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo maupun Satpol PP terkait alasan teknis dan dasar hukum pembongkaran pagar akses tersebut.

Diketahui sebelumnya, polemik pagar tembok antara Perumahan Mutiara Regency dan kawasan sekitar Mutiara City telah beberapa kali dibahas melalui dialog yang difasilitasi Pemkab Sidoarjo. Namun, menurut warga Mutiara Regency, kesepakatan yang ditawarkan ditolak oleh mayoritas penghuni, sehingga konflik terus berlanjut hingga berujung pembongkaran. (*)

Example 300250